Menurut Direktur Komersial NIKL Suprapto, pembicaraan antara perseroan dengan PT Great Giant Pineapple telah dilakukan sebagai bentuk komitmen awal. "Kita sudah ketemu dengan mereka. Untuk pasok ke Green (PT Great Giant Pineapple)," jelasnya saat paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Senin (9/8/2010).
Ia menambahkan, PT Great Giant Pineapple mempersyaratkan agar perseroan memasok pelat timah dengan ketebalan 100 mm, atau lebih dari yang biasa NIKL produksi. "Mereka kan produksi nanas, dengan kadar asam tinggi maka lebih cepat karat. Jadi minta dengan tebal 100," ucap Suprapto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan harga rata-rata pelat timah hingga akhir semester I-2010 Rp 12,464 juta per ton, maka potensi pendapatan perseroan dari penjualan ke PT Great Giant Pineapple mencapai Rp 249,28 miliar.
Nippon Steel Engineering Garap Proyek Revamping Latinusa
Latinusa juga memastikan akan menandatangani kontrak dengan Nippon Steel Engineering, anak usaha Nippon Steel Corporation untuk pengerjaan revamping. "Kita akan tandatangani minggu depan, dengan Nippon Steel Engineering," ungkap Direktur Utama NIKL Ardhiman.
Total biaya projek revamping ini mencapai Rp 157 miliar. Seluruhnya didapat dari hasil IPO perseroan di akhir 2009 lalu. Nantinya saat peningkatan kapasitas ini rampung di awal 2012, perseroan siap memproduksi pelat timah 160 ribu ton, naik dari yang saat ini hanya 130 ribu ton.
Pemilihan Nippon Steel Engineering didasarkan atas penawaran harga yang lebih baik dari peserta tender lainnya. "Jadi bukan karena Nippon-nya. Kita juga lakukan tender secara terbuka dan sepengetahuan Bapepam," ujarnya.
Direktur Keuangan NIKL Erwin menegaskan, ada sebanyak enam perusahaan yang mengikuti tender revamping ini. Empat perusahaan berasal dari Eropa, dan sisanya berasal dari Jepang. Tender dilakukannya sejak awal 2010. Pemenang tender ini diumumkannya pada akhir Juli 2010.
(wep/dnl)











































