Garap Proyek Tol, Jasa Marga Kucurkan Rp 1,6 Triliun

Garap Proyek Tol, Jasa Marga Kucurkan Rp 1,6 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 09 Agu 2010 14:46 WIB
Garap Proyek Tol, Jasa Marga Kucurkan Rp 1,6 Triliun
Jakarta -

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bersiap menghabiskan dana sebanyak Rp 1,6 triliun di enam bulan terakhir 2010 untuk berbagai proyek jalan tol perseroan. Dana tersebut merupakan bagian dari belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan sebanyak Rp 2,4 triliun di tahun ini.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Keuangan Reynaldi Hermansjah di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/8/2010).

"Sampai semester I kan sudah dipakai sebanyak Rp 800 miliar. Total capex tahun ini kan Rp 2,4 triliun, sisanya akan dihabiskan sampai akhir tahun," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, hingga paruh pertama tahun 2010, emiten berkode JSMR itu telah menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar, sehingga jika ingin menghabiskan sisa belanja modal tersebut sebanyak Rp 1,6 triliun maka Jasa Marga harus bekerja keras.

"Tapi tidak bisa dilihat kalau semester I hanya Rp 800 miliar lalu sampai akhir tahun dikali dua. Di akhir tahun ini kita banyak proyek jala tol yang sedang berjalan," katanya.

Belanja modal itu salah satunya akan dipakai untuk merampungkan seksi I Surabaya-Mojokerto dan Semarang-Unggaran sehingga sudah bisa mulai beroperasi di akhir tahun 2010.

Kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari 7 proyek jalan tol perseroan yang sudah mulai dibangun sejak awal tahun 2010. Total seksi I kedua ruas tol ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun.

"Kalau seksi I kan sudah mau beroperasi, konstruksinya sudah mau selesai. Jadi baru uji coba. Sekarang kan sedang proses perapian, pemasangan batas pagar, dan alat pendukung lainnya," tambahnya.

Perseroan juga sudah mengajukan permohonan penerbitan obligasi Rp 1,5 triliun ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Perseroan optimistis obligasi ini akan mendapat pernyataan efektif sehingga bisa meluncur di awal triwulan IV-2010.

"Lagi dalam proses di Bapepam, nilainya tetap Rp 1,5 triliun. Kita targetkan bisa (terbit) di awal triwulan IV," ujarnya.

Ia mengatakan, sebanyak 70 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk refinancing utang perseroan, atau sekitar Rp 1 triliun. Sisanya, akan digunakan untuk membangun ruas jalan tol baru.

Tahun ini, perseroan berencana membangun 7 ruas jalan tol baru diantaranya Bogor Ring Road (11 kilometer), Semarang-Solo (76 kilometer), Gempol-Pasuruan (32 kilometer), JORR II Serpong-Kunciran (11,2 kilometer) serta JORR Kunciran-Cengkareng (15,2 kilometer), JORR W2 Ulujami-Kebon Jeruk (7,7 kilometer), Surabaya-Mojokerto (36,3 kilometer). Dan relokasi jalan tol Porong-Gempol (10 kilometer).

Dua diantara jalan tol tersebut dua diantaranya diperkirakan sudah bisa beroperasi di akhir tahun 2010, yaitu seksi 1 Surabaya-Mojokerto dan Semarang-Unggaran.

"Intinya kita sesuai dengan schedule. Jadi kita sedang mengejar agar ruas-ruas ini bisa beroperasi pada akhir tahun lah," ujarnya.

(ang/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads