"Kita on going, daftar ke Bapepam. Kita per bulan minimal 1-2 produk," jelas Direktur Utama MMI Abi Prayadi Riyanto di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta Senin (9/8/2010).
Seluruh produk yang akan meluncur asal MMI berjenis terproteksi. Pasalnya, ini adalah instrumen yang paling diminati investor dan lebih mudah dalam memasarkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai penjamin (underlying), Mandiri Manajemen Investasi masih memilih produk SBN (surat berharga negara). Sementara untuk surat utang korporasi, meskipun ada namun porsinya sangat kecil.
"Korporasi kita selektif banget. Banyak pertimbangan, cama-cama. Sektor juga, liat tenor juga," tambahnya.
Abi pun menerangkan, Bapepam-LK yang masih menutup penerbitan reksadana dengan underlying berupa Medium Term Notes (MTN) didasarkan atas produk ini tidak tercatat dalam pasar modal. Hal ini akan sangat sulit bagi otoritas pasar modal untuk menelusuri risiko aset dasar reksadana berupa MTN.
"Tedapat sedikit hambatan dalam jenis aset dasarnya saja," tuturnya.
Untuk itu APRDI masih melakukan pembahasan dengan Bapepam-LK. Pembicaraan ini diharapkan bisa selesai pada tahun ini. Dampaknya adalah semakin banyak Manajer Investasi (MI) yang kembali menerbitkan reksadana dengan aset dasar MTN.
Â
Â
(wep/dro)











































