Saham-saham bergerak menguat perlahan dalam volume perdagangan yang tipis karena spekulasi The Fed akan mengeluarkan kebijakan baru guna mendorong lagi perekonomian AS yang masih 'malas-malasan' usai terkena krisis.
"Kami memperkirakan the Fed secara resmi meletakkan dasar untuk perubahan kebijakan berdasarkan data ekonomi bulanan lainnya," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (9/8/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 45,19 poin (0,42%) ke level 10.698,75. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 17,22 poin (0,75%) ke level 2.305,69 dan S&P 500 menguat 6,15 poin (0,55%) ke level 1.127,79.
Kenaikan saham-saham terjadi dalam volume perdagangan yang sangat tipis yakni hanya 5,71 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham.
Namun kenaikan indeks Dow Jones terpangkas oleh merosotnya saham Hewloett-Packard Co hingga 8% menjadi US$ 42,60, setelah chief executive Mark Hurd mengundurkan diri. Pengunduran diri Hurd itu dilakukan menyusul investigasi atas dugaan pelecehan seksual terhadap kontraktor wanita.
Sementara saham McDonald's Corp justru mencetak rekor tertingginya di US$ 73,33 setelah pada Juli melaporkan data penjualan yang lebih kuat dari ekspektasi.
(qom/qom)











































