"Sepertinya IPO Bumi Resources Mineral akan tertunda," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta Selasa (10/8/2010).
Ia pun menegaskan, BRM tetap melakukan pencatatan saham di pasar modal Indonesia, bukan pembatalan. Hanya kelengkapan dokumen yang tidak memenuhi syarat di awal, menyebabkan pelaksanaan IPO perseroan mundur dari Jadwal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRM memang mengungkapkan bakal melepaskan 16,22% sahamnya ke publik pada September atau Oktober 2010. Target dana penawaran umum perdana saham sebesar US$ 400 juta, dari nilai ekuitas BRM saat ini sekitar US$ 900 juta. Dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi perseroan.
BRM merupakan anak usaha BUMI dengan kepemilikan 99,99% saham. Sebelumnya, BUMI telah mengkonsolidasikan 4 anak usahanya yang bergerak di sektor non batubara ke dalam BRM.
Empat perusahaan tersebut adalah Lemington Investment Pte Ltd (yang memiliki Bumi Mauritania dan Konblo Bumi Inc), Calipso Investment Pte Ltd (yang memiliki Herald Resources Ltd), PT Citra Palu Minerals, dan PT Multi Capital (yang memiliki PT Newmont Nusa Tenggara).
(wep/qom)











































