Pembelian CPO Unilever dan Nestle Hanya 5% dari Penjualan Sinar Mas

Pembelian CPO Unilever dan Nestle Hanya 5% dari Penjualan Sinar Mas

- detikFinance
Selasa, 10 Agu 2010 14:54 WIB
Jakarta - PT Sinar Mas Agro Research and Technology (Smart) mengaku penjualannya tidak terpengaruh meski ada tudingan dari Greenpeace yang berimbas pada penghentian pembelian sawit mentah (CPO) oleh Unilever maupun Nestle.
Β 
"Sejak adanya tuduhan Greenpeace penjualan kami tidak terpengaruh, karena masih dijual ke pihak lain, permintaan CPO masih sangat banyak," kata Direktur Utama Smart Daud Dharsono dalam acara konferensi pers di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (10/8/2010).

Ia mengungkapkan, penjualan CPO terhadap dua perusahaan itu hanya 4-5% dari total pendapatan Sinar Mas.

"Total semuanya penjualan Unilever dan Nestle kira-kira 4-5% dari pendapatan PT Smart," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daud menambahkan, yang dilakukan oleh Nestle dan Unilever bukan pembatalan kontrak namun penghentian pembelian selanjutnya dari dua perusahaan tersebut untuk merespons laporan Greenpeace.

Dan setelah keluarnya laporan tim verifikasi independen terhadap Smart, Daud mengaku pihaknya akan membuka diri untuk berdialog dengan semua stakeholder.

"Pada hari ini kami sudah menyampaikan hasil dari tim verifikasi independen. Biarkan fakta-fakta dari tim verifikasi ini berbicara dengan sendirinya," jelas Daud.

Ia menegaskan faktanya saat ini hal tim verifikasi sudah disampaikan pada hari ini. Pihaknya akan menghargai seluruh keputusan dari seluruh customer Smart dan memperlakukan penting seluruh pelanggannya.

"Yang penting Smart dan Golden Agri siap berdialog kepada seluruh stakeholder di Indonesia dan dunia, bagaimana bertujuan menghasilkan produksi sawit yang lestari," katanya.

Mengenai kemungkinan upaya hukum pasca pengumuman hasil verifikasi independen terhadap pihak yang melakukan tuduhan. Daud mengatakan pihaknya belum memikirkan langkah hukum.

"Smart belum memikirkan langkah hukum, Smart membiarkan soal ini secara terbuka," katanya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads