"Mereka memang pernah melakukan study ke kita. Pertemuan informal dan dimulai sejak tahun lalu," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito kepada detikFinance di SCBD, Jakarta, Rabu (11/8/2010)
Eddy menjelaskan, dari hasil pertemuan informal tersebut Newmont terlihat serius untuk listing di BEI. Otoritas pasar modal pun menyambut baik, dengan semakin banyaknya perusahaan berbasis komoditi yang melakukan IPO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen Newmont memang mengaku tengah mengkaji rencananya untuk mencatatkan saham perdananya (IPO) di pasar modal Indonesia. IPO dilakukan sebagai alternatif pendanaan perseroan di masa yang akan datang.
Untuk merealisasikan rencana IPO ini, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pekan mendatang. Segala usulan yang menjadi diputuskan kelak oleh seluruh stakeholder Newmont.
"IPO yang bertujuan untuk meningkatkan pilihan atau alternatif pendanaan bagi Newmont. Kami baru akan RUPSLB minggu depan untuk memutuskan hal itu" jelas Corporate Communication Newmont Rubi Purnomo kepada detikFinance di Jakarta.
Rubi menambahkan, pencatatan saham perdana perseroan harus melalui pemikiran matang, evaluasi serta pertimbangan pemerintah. Sayangnya, dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut perkembangan IPO tersebut. Pasalnya, pembicaraan baru sebatas itu dan akan disampaikan lebih lanjut.
(wep/dnl)











































