Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penguatan rupiah ini merupakan sesuatu yang positif dan menandakan kuatnya fundamental ekonomi negara. Namun pasti akan berdampak kepada ekspor dan impor.
"Saya melihat yang pertama kita harus mensyukuri bahwa menguatnya rupiah cerminan dari kuatnya fundamental perekonomian kita," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun tidak boleh over value tidak juga under value terhadap rupiah, harus pas. Sekarang, tampaknya kalau menguat ada tekanan terhadap ekspor kita memang harus kita pikirkan walaupun dari sisi impor bisa menahan inflasi dan sebagainya. Tapi ekspor kita harus kita pikirkan juga, agar jangan sampai tertekan ekspor kita nanti," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo enggan berkomentar mengenai posisi rupiah saat ini. Apakah sudah dalam keadaan terlalu kuat atau belum.
"Sekarang ini kita jangan bicara over value. Kalau impor sudah terasa murah itu mulai over value, kamu rasakan di badanmu sendiri saja. Kalau pinjam barang dari luar negeri murah, itu menandakan kita sudah over value. Kalau Rp 9.000/US$ ini sifatnya sementara, kita jaga posisi kompetitif dan produk ekspor kita," tandasnya.
(nia/dnl)











































