Indo Tambangraya Rambah Pasar Batubara ke Eropa dan China

Indo Tambangraya Rambah Pasar Batubara ke Eropa dan China

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 11 Agu 2010 15:59 WIB
Indo Tambangraya Rambah Pasar Batubara ke Eropa dan China
Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mulai mengarahkan penjualan batubara ke pasar Eropa, Taiwan, China dan Korea dari yang sebelumnya mengandalkan pasar Asia Tenggara, India dan Pakistan.

Seperti dikutip dari data keuangan ITMG yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (11/8/2010), Eropa, Taiwan, China dan Korea mencatat penjualan US$ 450,842 juta hingga semester-I 2010, atau naik 141,87%Β  dibandingkan posisi tahun lalu US$ 186,391 juta.

Segmentasi penjualan batubara perseroan untuk keempat pasar ini, hingga Juni 2010, mencapai US$ 450,842 juta, naik 141,87% dibandingkan posisi tahun lalu US$ 186,391 juta. Hanya Eropa, Taiwan, Cina dan Korea yang mengalami peningkatan penjualan di semester-I ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah lain, macam domestik, Jepang, Asia Tenggara, India dan Pakistan, penjualaannya terus tergerus. Asia Tenggara, India dan Pakistan yang di semester-I 2009, mengkontribusikan penjualan paling besar US$ 246,13 juta. Dan pada paruh pertama tahun ini, penjualan di ketiga wilayah ini turun 31,62% atau menjadi US$ 168,288 juta.

Pasar di negara Asia Timur, Jepang juga mengalami penurunan 13,6% dari US$ 207,712 juta menjadi US$ 179.462 juta. Pasar domestik juga menurun, menjadi US$ 23,132 juta dari posisi penjualan semester-I 2009 yang sebesar US$ 35,618 juta.

Secara keseluruhan, penjualan batubara perseroan di semester-I 2010 menjadi US$ 821,725 juta, meningkat 21,58% dibandingkan posisi tahun lalu US$ 675,851 juta. Beban pokok penjualan pun ikut meningkat, dari US$ 406,055 juta menjadi US$ 537,924 juta.

Laba kotor pun mencapai US$ 283,801 juta, naik 5,19% dari periode yang sama tahun lalu, US$ 269,796 juta. Jumlah beban usaha naik 50,09% dari US$ 56,126 juta menjadi US$ 84,24 juta.

Atas melonjaknya beban, perseroan tidak lagi bisa menghindarkan diri dari penurunan laba usaha yang mencapai 6,6%. Di semester-I laba usaha mencapai US$ 199,561 juta. Bandingkan dari tahun lalu yang mencapai US$ 213,67 juta.

Laba sebelum pajak juga ikutan turun 19,23% dari US$ 226,665 juta menjadi US$ 183,06 juta di akhir Juni 2010. Dengan beban pajak US$ 48,936 juta, maka laba bersih perseroan mencapai US$ 134,124 juta, turun 15,48% dari tahun lalu, US$ 158,704 juta.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads