Seperti dikutip dari data keuangan ITMG yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (11/8/2010), Eropa, Taiwan, China dan Korea mencatat penjualan US$ 450,842 juta hingga semester-I 2010, atau naik 141,87%Β dibandingkan posisi tahun lalu US$ 186,391 juta.
Segmentasi penjualan batubara perseroan untuk keempat pasar ini, hingga Juni 2010, mencapai US$ 450,842 juta, naik 141,87% dibandingkan posisi tahun lalu US$ 186,391 juta. Hanya Eropa, Taiwan, Cina dan Korea yang mengalami peningkatan penjualan di semester-I ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar di negara Asia Timur, Jepang juga mengalami penurunan 13,6% dari US$ 207,712 juta menjadi US$ 179.462 juta. Pasar domestik juga menurun, menjadi US$ 23,132 juta dari posisi penjualan semester-I 2009 yang sebesar US$ 35,618 juta.
Secara keseluruhan, penjualan batubara perseroan di semester-I 2010 menjadi US$ 821,725 juta, meningkat 21,58% dibandingkan posisi tahun lalu US$ 675,851 juta. Beban pokok penjualan pun ikut meningkat, dari US$ 406,055 juta menjadi US$ 537,924 juta.
Laba kotor pun mencapai US$ 283,801 juta, naik 5,19% dari periode yang sama tahun lalu, US$ 269,796 juta. Jumlah beban usaha naik 50,09% dari US$ 56,126 juta menjadi US$ 84,24 juta.
Atas melonjaknya beban, perseroan tidak lagi bisa menghindarkan diri dari penurunan laba usaha yang mencapai 6,6%. Di semester-I laba usaha mencapai US$ 199,561 juta. Bandingkan dari tahun lalu yang mencapai US$ 213,67 juta.
Laba sebelum pajak juga ikutan turun 19,23% dari US$ 226,665 juta menjadi US$ 183,06 juta di akhir Juni 2010. Dengan beban pajak US$ 48,936 juta, maka laba bersih perseroan mencapai US$ 134,124 juta, turun 15,48% dari tahun lalu, US$ 158,704 juta.
(wep/ang)











































