4 BUMN tercatat paling banyak menyerap greenshoe PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Investor lokal menyerap 70% greenshoe ini dengan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 3,93 kali dalam penawaran di harga Rp 2.900 per saham yang baru saja rampung.
"Ada 4 investor yang paling banyak menyerap, yaitu PT Jamsostek, Dana Pensiun Bank Indonesia (BI), Dana Pensiun Perkebunan dan Dana Pensiun Pertamina," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
Mustafa mengatakan 4 investor tersebut adalah PT Jamsostek, Dana Pensiun Bank Indonesia (BI), Dana Pensiun Perkebunan dan Dana Pensiun Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mustafa, dari 473,84 juta lembar saham (3,1%) yang dilepas pemerintah hari ini, porsi investor lokal sebanyak 70%, sedangkan sisanya untuk investor asing. Harga pelaksanaan greenshoe ditetapkan sebesar Rp 2.900 per saham atau total Rp 1,37 triliun.
"Target dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sebanyak Rp 1,2 triliun. Dengan demikian, ada dana lebih sekitar Rp 100 miliar," ujar Mustafa.
Dalam aksi korporasi ini, BNI dibantu oleh Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Bahana Securities. Sementara underwriter asing adalah Macquarie Group.
Dalam penawaran greenshoe yang baru saja rampung ini, tingkat kelebihan permintaan alias oversubscribe sebanyak 3,93 kali. Mustafa mengatakan, sebelumnya pemerintah sudah mempertimbangkan untuk melepas greenshoe di harga 3.000 per lembar saham.
"Namun dengan harga sebesar itu permintaannya turun menjadi 1,3 kali. Porsi asing juga naik menjadi 90% sedangkan lokal hanya 10%. Jadi tidak kita pakai harga Rp 3.000 karena utamakan investor lokal," ungkapnya. (dro/dnl)











































