Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 13 Agu 2010 09:45 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham-saham AS berjatuhan, menarik Indeks Standard & Poor's 500 ke penurunan terbesar dalam 3 hari sejak 1 Juli, setelah kenaikan yang tidak diperkirakan di klaim asuransi pengangguran menambah bukti bahwa pemuilihan ekonomi sedang melemah. Cisco Systems Inc., pembuat peralatan jaringan terbesar di dunia, turun 10% setelah perkiraan penjualan yang meleset dari perkiraan analis. Juniper Networks Inc. turun 6.8%. Caterpillar Inc., pembuat peralatan konstruksi terbesar di dunia, turun 1.8% sehubungan dengan kenaikan klaim asuransi pengangguran membangkitkan sinyal pelemahan pemulihan ekonomi. Estee Lauder Co. turun 2.6% setelah mencatatkan keuntungan yang lebih rendah dari perkiraan para analis. Standard & Poor's 500 Indeks (-0.5%) 1,1083.61; Dow Jones Industrial Average Indeks (-0.6%) 10,319.95

Regional:
Mayoritas saham-saham Asia menguat tipis dan diperdadagangkan dalam range yang sempit di hari Jumat seiring respon investor terhadap saham-saham pasca koreksi sebelumnya. Di Australia, meski Telstra menyentuh level terendah, melanjutkan koreksinya setelah mencatatkan pelemahan di hari Kamis. Telstra (-2.4%) A$2.87, BHP Billiton (+0.6%), Rio Tinto (+0.7%) dan Newcrest Mining (+2.8%). Nikkei (-0.5%) 9170, S&P/ASX 200 (+0.5%) 4420, Kospi (+0.4%) 1727 , STI (+0.24%) 2933

Commodity:
Minyak mentah mengalami rebound dari level terendah dalam 1 bulan dan diperdagangkan diatas $76 per barel di New York setelah mengalami penurunan sehubungan dengan pengajuan tunjangan pengangguran yang meningkat. Minyak mentah, yang pengalami penurunan sebanyak 5.7% minggu ini, naik untuk pertama kalinya dalam 4 hari. Nilai Futures kemarin mengalami koreksi terdalam selama 6 minggu sehubungan dengan klaim tunjangan pengangguran yang meningkat dari 2,000 menjadi 484,000 pada minggu lalu, yang merupakan level tertinggi sejak bulan February. WTI Crude (+0.5%) $ 76.1/barrel Gold (-0.1%) USD 1,213/t oz CPO (+0.2%) RM 2,763/MT Coal Newc. (-2.2%) USD 93.1/MT Nickel (-1.2%) USD 21,425/MT TIn (+3.5%) USD 20,550/MT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Economic & Industrial News

Economic: BUMN Cetak Laba Rp 45,3 Triliun
Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukukan kenaikan laba bersih sebanyak 18,36% semester I-2010. Total 141 perusahaan pelat merah menyumbang Rp 45,3 triliun dari sebelumnya pada periode yang sama sebanyak Rp 38,32 triliun. Menurut Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, PT Pertamina (Persero) masih menjadi penyumbang laba terbesar, disusul dengan PT PLN (Persero) dan PT Telkom Tbk. Sementara, BUMN dari sektor energi menyumbang laba bersih Rp 19,2 triliun di semester I-2010, naik 27,37% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 15,1 triliun. Sedangkan, BUMN dari sektor asuransi menyumbang laba bersih Rp 3,3 triliun di semester I-2010, naik 20,44% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 2,5 triliun. BUMN dari sektor penunjang pertanian menyumbang laba bersih Rp 1,3 triliun di semester I-2010, turun 23% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 1,8 triliun.

Economic: 2030, PDB Per Kapita Indonesia US$18.000
Produk domestik bruto (PDB) kapota Indonesia pada 2030 diprediksi mencapai US$18.000, naik hampir tujuh kali lipat dibanding saat ini sekitar US$2.590. Kekayaan alam dan pasar yang luas akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dua puluhtahun ke depan bakal menjadi enam besar kekuatan ekonomi dunia. Hal itu dikatakan Ketua Umum Yayasan Indonesia Forum Chairul Tanjung.

Energy: TDL Naik, Harga Produk Naik 5%
Produsen memilih untuk menaikkan harga jual produknya hingga lima persen karena adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, tagihan pada bulan Juli ini sudah disetujui oleh pengusaha dengan mengikuti kesepakatan terakhir yaitu sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 10 tahun 2010, namun dengan revisi caping sebesar 18 persen.

Banking: Lelang SBI Serap Rp73,78 triliun
Lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang menggunakan skema baru, menyerap dana sebesar Rp73,78 triliun dari pagu indikatif Rp80,35 triliun. Penyerapan dana paling banyak untuk SBI jangka 3 bulan. Berdasarkan hasil lelang bulan ini (11 Agustus 2010), penawaran lelang SBI jangka 3 bulan mencapai Rp56,86 triliun, sedangkan yang diserap sebesar Rp56,69 triliun dengan imbal hasil (yield) 6,7%.

Economic: Sektor Riil Butuh Perhatian Khusus
Manajemen perbankan perlu membuat terobosan kebijakan untuk lebih memacu penyaluran kredit usaha rakyat. Pengembangan usaha kecil dan menengah kini patut menjadi prioritas nasional untuk lebih memeratakan sektor riil dan pertumbuhan perekonomian.

US: Warga AS yang mengajukan klaim pengangguran kian banyak
Minggu lalu, kian banyak saja warga AS yang mengajukan aplikasi untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Itu tandanya, tingkat pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan melonjak akibat perlambatan ekonomi. Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja AS, klaim pengangguran mengalami kenaikan sebanyak 2.000 menjadi 484.000 pada minggu yang berakhir 7 Agustus. Ini merupakan level tertinggi sejak pertengahan Febuari lalu.



Corporate News

BTEL: ICBC Beri Pinjaman USD300 Juta
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berhasil mendapatkan pinjaman dari bank asing dari China, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Pemberian pinjaman ini diberikan dalam bentuk kurs Renminbi (RMB). Nilai pinjaman ini setara dengan USD 300 juta. Dana ini, akan digunakan untuk menutupi belanja modal alias capital expenditure (capex) pada masa-masa mendatang.

BBTN: Tiga sekuritas tangani sekuritisasi BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan nilai sekuritisasi aset yang akan dilakukannya sebesar Rp750 miliar dengan menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai underwriter (penjamin emisi). Ketiga underwriter itu adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, dan PT Trimegah Securities Tbk. Evi Firmansyah, Vice President Director PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), memastikan aksi sekuritisasi akan dilakukan pada triwulan IV/2010.

BBNI: Ditetapkan Rp 2.900, Saham BNI Diserbu
Pemerintah menetapkan harga saham Bank Nasional Indonesia (BNI) melalui greenshoe ke publik dengan harga Rp 2.900 per lembar saham, sama dengan perkiraan yang sebelumnya disampaikan oleh Menneg BUMN Mustafa Abubakar. Dengan harga demikian, peminatnya meningkat tajam.

BBKP: Jamsostek Bidik 30% Saham Bukopin
PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) membidik kepemilikan hingga 30 persen di PT Bank Bukopin Tbk. Jamsostek akan masuk melalui aksi korporasi rights issue yang akan dilakukan Bukopin. Perseroan juga akan membeli saham milik Yayasan Bina Sejahtera Warga (Yabinstra) Bulog sebanyak 12,19% di Bank Bukopin untuk memuluskan kenaikan porsi sahamnya itu. Kepemilikan saham di Bank Bukopin tercatat Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) sebesar 42,71%, Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo) sebesar 6,7%, Pemerintah RI sebesar 17,23%, Yabinstra Bulog sebesar 12,19%, serta publik 20,99%.

BBRI: Aset DPLK BRI Capai Rp 1,3 Triliun
Langkah pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI memperbesar porsi dana kelolaannya ke instrumen investasi obligasi menuai hasil menggembirakan. Selain mampu mendorong hasil investasi, imbal hasil dari instrumen obligasi juga mendongkrak aset DPLK BRI ini hingga mencapai Rp 1,3 triliun di 1H10 lalu. Penacpaian tersebut tumbuh 21,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

WOMF: WOM Finance pertahankan target
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mempertahankan target penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp6,6 triliun-Rp7 triliun pada tahun ini meski pembiayaan semester I/2010 melejit. Target booking Rp6,6 triliun sampai Rp7 triliun ini belum direvisi tetap sama, adapun laba bersih tahun ini tetap kami proyeksikan positif mengingat enam bulan pertama ini melejit, ini dari 10% dari rencana,ungkap Direktur Keuangan WOM Finance.

MNCN: Cabut gugatan ke Kemenkumham
Media Nusantara Citra Tbk (MNC) secara mengejutkan mencabut gugatan yang telah dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terhadap Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) terkait penerbitan surat AHU dengan Nomor AH.03.04/114 A tertanggal 8 Juni 2010 yang mencabut akta PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang diajukan oleh PT Berkah Karya Bersama.

INDF: Anak Usaha INDF Bukukan Laba Rp545 Miliar
Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri), anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), mencatatkan laba bersih 1H10 Sin$83 juta atau sekitar Rp545 miliar. Raihan laba tersebut turun 40,9% dibanding realisasi peride sama 2009 sebesar Sin$140 juta atau setara Rp923 miliar.

INTP: Akan Investasi US$56,25 Juta
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) segera menginvestasikan dana US$56,25 juta atau setara Rp523,12 miliar pada 2H10. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik semen baru. INTP telah menginvestasikan dana sekitar US$18,75 juta atau setara Rp174,37 miliar (20-25%) pada 1H10, dari total rencana belanja modal/capex tahun 2010 sebesar US$75 juta atau setara Rp675,5 miliar.

INCO: Habiskan Rp 549 Juta untuk Eksplorasi
PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menghabiskan dana sebesar US$ 61.000 atau sekitar Rp 549 juta untuk melakukan eksplorasi di sejumlah daerah. Hal itu dilakukan guna menggenjot produksi nikelnya tahun ini. Adapun daerah -daerah yang menjadi sasaran penggalian adalah Konde, Sorowako area dan Patea Blok B1 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Eksplorasi proyek Sorowako dilakukan INCO bersama pihak ketiga.

ANTM: Keluarkan Rp 10,7 Miliar di Juli
Sepanjang Juli 2010, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merogoh kocek Rp 10,7 miliar untuk membiayai kegiatan eksplorasi tiga komoditas, yakni nikel, emas, dan bauksit. Sebesar Rp 2,8 miliar digunakan untuk eksplorasi nikel di daerah Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara.

MAIN: Realisasikan 30% Capex
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) telah merealisasikan belanja modal/capex sekitar Rp69 miliar hingga pertengahan 2010. Dana capex tersebut sekitar 30% dari target tahun ini sebesar Rp230 miliar. Perseroan juga tengah membangun farm grand parent stock di Majalengka senilai Rp30 miliar, serta farm parent stock di Banjarmasin dan Lampung Rp70 miliar.

IPO: Krakatau Steel Mejeng di Bursa 10 November
PT Krakatau Steel (KS) akan mencatatkan sahamnya pada tanggal 10 November 2010. Saat ini pemerintah sedang menggenjot semua persiapan yang dibutuhkan Krakatau Steel untuk melantai di bursa. Saat ini pemerintah sedang melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan oleh Krakatau Steel dalam melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) nanti. Target dana yang akan diraup oleh Krakatau Steel setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar Rp 4-5 triliun. Dana itu akan digunakan sebagai modal kerja dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi perseroan.

IPO:
IPO Garuda Paling Lambat Akhir Tahun Kepastian penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) perusahaan maskapai penerbangan milik BUMN PT Garuda Indonesia paling lambat di minggu kedua Desember 2010.


Corporate Action


  • Hari ini (13/8), cum dividen tunai Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) Rp 30,2 per saham  Ex date (16 Aug 2010)
  • Hari ini (13/8), cum dividen tunai Indospring Tbk (INDS) Rp 250 per saham Ex date (16 Aug 2010)


Earning Watch

  • ITMG: Laba Bersih Turun 15% pada 1H10


Technical Picks

  • CPIN (4775) - Spec Buy
  • LSIP (9550) - Spec Buy
  • ASII (47600) - Spec Buy
  • ITMG (38100) - Spec Buy
 

 

 

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads