Demikian disampaikan Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Agus Suprianto saat ditemui di Kantor Menko Perokonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/8/2010).
"Saya melihat di AS dan Eropa masih belum pulih sekali, mungkin penguatan ini masih akan berlangsung," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan, penguatan rupiah beberapa waktu belakangan ini masih dalam kisaran APBN-P 2010 yang sebesar Rp 9.200. Rata-rata nilai tukar rupiah dari Januari hingga Juli ini masih berada pada kisaran Rp 9.149 β 9.150.
"Di APBN itu kita menggunakan range rata-rata, artinya sepanjang tahun, memang nilai stoknya menguat 8.900. Tapi Januari β Juli sekitar Rp 9.149 β 9.150, belum terlalu berubah dalam range APBN," ujarnya.
Agus menilai penguatan rupiah ini bersifat temporari dan masih berfluktuasi. Oleh karena itu, bukan suatu hal yang mencengangkan jika dalam 3 hari belakangan ini rupiah tampak melemah. Hal itu selalu terjadi jika suatu mata uang telah berada pada titik over value.
"Ya kalau sudah overvalued memang begitu, itu natural, psikologis, dalam jangka waktu pendek itu rasional," jelasnya.
(nia/qom)











































