"Belum pasti namun sepertinya Medium Term Notes. Nilainya minimal Rp 1 triliun," jelas Direktur Consumer BII Stephen Liestyo kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Menurut Stephen, perseroan tengah mempertimbangkan penerbitan surat utang baru. Namun manajeman mengaku masih terus mengkaji atas aksi korporasi yang diambil. "Kami masih terus mengkaji mana yang paling tepat," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apapun aksi korporasi yang akan diambil perseroan, dananya akan digunakan untuk pengembangan kredit perseroan di masa yang akan datang. Seperti diketahui perseroan tengah memfokuskan diri pada tiga sektor kredit, yakni consumer, corporate, dan usaha kecil menengah UKM). Consumer dan corporate hingga kini mengkontribusikan 40% dari keuntungan perseroan.
Sementera untuk sektor UKM, perkembangan yang terjadi cukup baik. Jauh dari apa yang dicapai di sektor corporate. Untuk itu, perseroan memaksimalkan kredit UKM di luar Jakarta, yang memiliki potensi paling besar.
Stephen mengingatkan, untuk mengantisipasi libur lebaran tahun ini, BII sudah menambah saldo kas 2-3 kali lipat dari hari-hari biasa. Ini dimaklumi seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya, dimana terjadi peningkatan transaksi di perbangkan.
"Tidak cuma kami yang mengantisipasi. Bank-bank lain juga. Biasanya kami anggarkan 2-3 kali lipat dari biasa untuk sambut Lebaran. Nilainya saya tidak hafal," tuturnya.
Â
Â
(wep/dro)











































