Emisi IPO Bakal Capai Rp 20 Triliun di 2010

Emisi IPO Bakal Capai Rp 20 Triliun di 2010

- detikFinance
Rabu, 18 Agu 2010 18:42 WIB
Jakarta - Nilai penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipastikan bakal lebih dari Rp 20 triliun di 2010. IPO sebesar Rp 16,510 triliun bakal masuk di semester II-2010.

"Kalau termasuk yang sudah dalam proses, kalau mereka semua jadi, ya pastinya lebih dari Rp 20 triliun," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (18/8/2010).

Menurut Eddy, nilai tersebut belum termasuk rencana IPO dua BUMN, PT Krakatau Steel (KS) dan PT Garuda Indonesia. Dua BUMN ini diperkirakan bakal melepas saham perdana senilai lebih dari Rp 4 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, 11 perusahaan telah mencatatkan saham perdananya di BEI dengan total nilai Rp 5,360 triliun. Berikut rinciannya:

  1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 369,165 miliar.
  2. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) Rp 581,280 miliar.
  3. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) Rp 1,610 triliun.
  4. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 117,844 miliar.
  5. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) Rp 193,613 miliar.
  6. PT Golden Prima Retailindo Tbk (GOLD) Rp 30,1 miliar.
  7. PT Skybee Tbk (SKYB) Rp 88,125 miliar.
  8. PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR) Rp 1,454 triliun.
  9. PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) Rp 483,037 miliar.
  10. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) Rp 210 miliar.
  11. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 222,857 miliar.
Sedangkan untuk IPO di semester II-2010, BEI telah menerima proposal sejumlah calon emiten. Berikut rinciannya:

  1. PT Berau Coal Energy Tbk Rp 1,360 triliun.
  2. PT Minna Padi Investama Rp 150 miliar.
  3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Rp 4-5 triliun.
  4. PT Bumi Resources Mineral Rp 2-3 triliun.
  5. PT Tower Bersama Rp 1 triliun.
  6. PT Harum Energy Rp 3-4 triliun.
Total nilai emisi IPO 6 calon emiten tersebut mencapai Rp 11,510 triliun hingga Rp 14,510 triliun. Eddy mengatakan pada bulan ini BEI juga akan menerima proposal IPO calon emiten lain.

"Bulan ini katanya Agung Podomoro juga akan masuk, nilainya sekitar Rp 2 triliun," ujar Eddy.

Jika ditotal, emisi IPO yang sudah masuk mencapai Rp 5,360 triliun, ditambah yang sudah dalam proses sebesar Rp 11,510 triliun hingga Rp 14,510 triliun, serta ditambah rencana IPO Agung Podomoro sebesar Rp 2 triliun, totalnya akan mencapai Rp 18,870 triliun hingga Rp 21,870 triliun.

Eddy juga mengatakan kalau ada calon emiten lain yang kabarnya akan menggelar IPO, yakni PT Borneo Lumbung Energy dengan perkiraan target dana sebesar Rp 2-3 triliun.

"Borneo belum masuk, baru wacana. Molindo kita tidak tahu apa tahun ini atau tahun depan," jelas Eddy.

Eddy juga belum mengetahui kapan realisasi IPO KS, Garuda dan PT Newmont Nusa Tenggara. "Kita tunggu saja apakah mereka jadi tahun ini atau tidak. Kalau Newmont harus izin pemerintah karena dia kan punya kontrak karya, jadi ada kepentingan pemerintah juga," jelasnya.

(dro/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads