"Rencananya ada broker dari India yang mau masuk ke sini," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan AB BEI, Wan Wei Yiong di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (18/8/2010) malam.
Seperti diketahui, usai PT Citigroup Securities Indonesia mencatatkan diri sebagai perusahaan sekuritas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), broker ternama Goldman Sachs nampaknya mulai serius melakukan hal yang sama. Perwakilan Goldmen Sachs menyambangi BEI untuk meminta arahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka datang dan ingin menjadi Anggota Bursa (AB). Mereka bertanya, bagaimana caranya. Citi kemarin kan sudah masuk," ujarnya pada waktu itu.
Citigroup Securities memang telah secara resmi menjadi broker anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), dan tercatat sebagai AB ke 120. Ini berarti masih terdapat 5 kursi AB, yang akan diperbutkan, dari total yang seharusnya, 125 kursi.
Yiong menambahkan, sebagai perusahaan multi nasional yang berminat menjadi AB, Goldman Sachs terlebih dahulu harus mendirikan perusahaan efek di Indonesia. Setelah itu, baru mendaftarkan diri menjadi sekuritas yang tercatat di AB.
Hal ini cukup memakan waktu, meskipun Yiong tidak menyebut berapa lama sebuah perusahaan sekuritas yang berebut untuk dapat menjadi AB. Dan menurutnya, bisa saja waktu yang dibutuhkan Goldman Sachs lebih cepat. Caranya dengan mengakuisisi salah satu AB yang telah terdaftar.
BEI sebelumnya memang berencana menggelar lelang 3 kursi AB pada semester II-2010. Ada sekitar 8 investor yang berminat masuk menjadi AB. Dua kursi AB lainnya yang akan dilelang, sebelumnya dimiliki oleh PT Patalian Water Securindo dan PT United Asia Securities.
Â
Â
(dro/dro)











































