"Tahun ini cukup. Jika dimungkinkan akan terjadi di tahun depan. Bisa Rp 1 triliun, tapi strukturnya belum," ujar pemilik Recapital, Sandiaga Uno di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Kamis (19/8/2010).
Ia menambahkan, saat ini perseroan tengah menyusun rencana kerja hingga akhir tahun. Termasuk rencana kredit perseroan yang mulai difokuskan pada sektor Usaha Kecil dan Menegah (UKM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan alasan yang sama juga akhirnya nama Eksekutif diganti dengan Pundi, yakni bergantinya fokus pangsa pasar Bank Eksekutif, yaitu sektor mikro. Nama Pundi pun dianggap sangat sejalan brand image sebagai pengumpul uang atau wadah.
Semula Recapital masuk sebagai kepemilikan saham BEKS dengan menyerap 3.688.200.000 saham baru Bank Eksekutif senilai Rp 368,820 miliar, dari total saham yang diterbitkan, 5.122.500.000 saham right issue. Sisanya, diserap standby buyer lain yang ditunjuk perseroan yaitu IF Services Netherlands BV sebanyak 1.434.300.000 saham baru senilai Rp 143,430 miliar.
Keinginan Recapital ini ternyata sejalan dengan keinginan manajemen BEKS yang memang membutuhkan modal baru dalam rangka ekspansi kredit dan penambahan kantor cabang.
"Kebutuhan kita Rp 1,5 triliun sampai 3-5 tahun ke depan. Ini susuai dengan rencana kita. Nmaun kita harus konsultasi dengan pemegang saham untuk permodalan tersebut," tutur Direktur BEKS Maximianus Puguh Djiwanto waktu itu.
Sampai akhir 2012, berdasarkan dokumen rencana bisnis BEKS yang didapat detikFinance, perseroan menargetkan dapat memiliki 289 cabang baru. 84 cabang diantaranya akan mulai beroperasi pada tahun 2010. (wep/dro)











































