Demikian disampaikan Head of Sales and Marketing BNPP IP, Vivian Secakusuma dalam perbincangan di Restoran Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Kamis (19/8/2010).
BNP Paribas Spektra, sebagaimana reksa dana campuran, dirancang untuk memberikan manfaat kepada investor karena penerapan strategi Trendfollowing. Strategi yang dimaksud adalah acuan yang mengikuti tren pergerakan pasar saham dan secara otomatis melakukan rebalancing alokasi aset, antara efek saham dan efek bersifat utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan strategi juga didasarkan atas pergerakan kinerja saham dalam kurun waktu, 1, 3, 6 dan 12 bulan. Hal ini ditujukan untuk penentuan alokasi aset, apakah ditempatkan di tren jangka panjang, atau jangka pendek.
BNP Paibas Spektra juga memiliki alokasi pada efek saham yang memiliki potensi memberikan kinerja, seperti pasar saham. Namun penerapan risiko yang lebih rendah dibanding IHSG.
"Risiko yang rendah disebabkan proses rebalancing yang secara otomatis antara efek saham dan pendapatan tetap yang dilakukan," tuturnya.
Sementara itu, untuk BNP Paribas Prima USD didasarkan atas pemenuhan akan kebutuhan investor akan alternatif investasi dalam mata yang dollar AS di dalam negeri. Apalagi prospek perekonomian Indonesia yang positif.
"Reksa dana ini menawarkan prospek berinvestasi pada obligasi pemerintah, atau pun korporasi dalam denominasi AS. Dimana ini produk pertama kami, dengan proses obligasi terlebih dahulu melalui proses investasi PT BNPP IP yang transparan, selektif," tegas Vivien.
Obligasi korporasi yang dipilih perseroan akan mengacu pada rating tertentu. Untuk obligasi yang diterbitkan di dalam negeri, rating yang dipatok adalah A- (single A minus). Dan untuk obligasi yang diterbitkan di luar rating yang dipilih BBB+ (triple B plus).
"Kami selalu berusaha memenuhi kebutuhan investor dan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan," kata Presiden Direktur PT BNPP IP, Tino Moorrees.
Â
Â
(wep/dro)











































