Menurut Corporate Secretary KBRI, Tiur Simamora, penerbitan saham baru diambil dari Seri C dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Saham ditawarkan dengan sistem Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada semester II-2010. Namun harga pelaksanaan belum ditetapkan, juga seberapa banyak saham baru yang akan dilepas.
"Kami baru menyelesaikan RUPSLB dan anggaran dasarnya harus disesuaikan dahulu. Itu butuh persetujuan dari Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan)," katanya saat dihubungi di Jakarta Jumat (20/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini sudah ada sejumlah pihak baik dari perusahaan lokal maupun asing yang tertarik untuk menjadi pembeli siaga (standby buyer). "Untuk lokal, kami menunjuk Henan Putihrai Securities," tuturnya.
Selain untuk melunasi utang ke Quest Corporation sisa dana rights issue, rencananya dipergunakan untuk menambah modal kerja (working capital) perseroan.
Jika pinjaman telah lunas, KBRI akan membuka pinjaman baru US$ 50 juta untuk mendanai pembelian satu mesin pembuatan kertas untuk pabrik yang berlokasi di Banyuwangi.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) KBRI juga telah menyetujui aksi reverse stock (penggabungan saham) dengan rasio 2:1. Nilai nominal saham Seri A KBRI yang sebelumnya Rp 200 per saham akan diubah menjadi Rp 400 per saham.
Sementara saham Seri B yang nilai nominalnya Rp 100 per saham akan naik menjadi Rp 200 per saham, dan harga pelaksanaan waran seri I (atas saham seri B) dari Rp 265 menjadi Rp 530.
Pada semester I-2010 perseroan mengalami rugi usaha Rp 4,02 miliar, atau berkurang dari posisi sebelumnya Rp 16,47 miliar. Sementara pendapatan usaha emiten kertas ini mencapai Rp 39,73 miliar pada semester-I atau hanya meningkat sebanyak 0,12% dari periode yang sama tahun lalu, Rp 35,41 miliar.
Untuk mempertahankan kelangsungan usaha, perseroan juga menjual seluruh saham yang ada pada anak perusahaan, PT Kertas Blabak, kepada pihak ketiga yang tidak terafiliasi, kemudian menjual genset yang tidak produktif di anak perusahan serta menjual tanah dan SPBU milik Perusahaan.
Â
Â
(wep/dro)











































