Danareksa Capital Incar Investasi Rp 300 Miliar di 3 Sektor

Danareksa Capital Incar Investasi Rp 300 Miliar di 3 Sektor

- detikFinance
Sabtu, 21 Agu 2010 11:43 WIB
Jakarta - Danareksa Capital, salah satu unit kerja PT Danareksa (Persero) mulai merencanakan investasi di tiga bidang, yakni kehutanan, minihydro dan perumahan. Investasi awal di seluruh bidang tersebut diperkirakan mencapai Rp 300 miliar.

Menurut Direktur Utama Danareksa Edgar Ekaputra, guna memenuhi investasi Rp 300 miliar tersebut perseroan mencoba menggalangnya dari BUMN lain, juga perusahaan swasta.

"Dananya kita akan coba kumpulkan. Baik dari BUMN atau swasta. Kalau swasta, jika bagus kita arahkan untuk masuk," ucap Edgar saat ditemui di Restoran Penang Bistro, Jalan Kebuh Sirih, Jakarta, Jumat (20/8/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun pendanaan belum ditetapkan, Edgar memperkirakan untuk tiap proyek ini akan menelan biaya Rp 100 miliar. "Ini saja ada 3 proyek, sekitar Rp 100 miliar masing-masing. Yang sudah jalan PMN untuk bantu financing, untuk small scale micro financing," ungkapnya.

Perseroan berencana melakukan reboisasi dalam rangka investasi di bidang kehutanan. Reboisasi akan bekerja sama dengan Inhutani. Untuk energi minihydro, hasilnya digunakan sebagai penyedia listrik ke PT PLN (Persero), meskipun hanya menghasilkan 4-6 mega watt (MW).

Karena Danareksa Capital merupakan investasi jangka panjang, maka dari itu perseroan sedang mencari bentuk pendanaan yang sesuai. Khusus untuk BUMN, lanjut Edgar, perseoan asuransi dan Dana Pensiun (Dapen) siap masuk untuk berinvestasi.

"Biasaya yang butuh investasi jangka panjang mereka, asuransi dan Dapen. Biasanya cari investment yang match. Policy investment dari lembaga itu lain-lain. Itu yang sulit untuk dicari," paparnya.

Pola kerjasama investasi dengan pihak ketiga ini, tegas Edgar, membutuhkan waktu tiga tahun. "Tidak akan bisa cepat untuk kerjasama ini," paparnya.

Menteri BUMN, Mustafa Abubakar sebelumnya menjelaskan pemerintah berencana membentuk Danareksa Capital yang merupakan bagian dari unit kerja Danareksa yang bertugas mengelola saham-saham minoritas pemerintah. Rencananya pembentukan Danareksa Capital ini paling lambat terbentuk akhir tahun ini.

Mustafa menjelaskan, nantinya dibawah PT Danareksa akan dibentuk satu unit yang bertugas sebagai fund manager, yang mencakup pengelolaan saham-saham minoritas pemerintah yang mencakup sebanyak 9 perusahaan. Unit kerja ini bertugas sebagai pencatat pembukuan saham-saham tersebut menjadi satu pembukuan.

Beberapa saham minoritas pemerintah dibeberapa perusahaan antara lain PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kertas Padalarang, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Inalum, PT Bank Bukopin, PT Indosat, PT Socfindo, dan PT Freeport Indonesia.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads