Penjualan Saham Bank Mutiara akan Dipercepat

Penjualan Saham Bank Mutiara akan Dipercepat

- detikFinance
Senin, 23 Agu 2010 08:19 WIB
Penjualan Saham Bank Mutiara akan Dipercepat
Jakarta - Pemegang saham PT Bank Mutiara Tbk (sebelumnya Bank Century) tengah mengkaji rencana untuk menjual seluruh saham yang saat ini dimiliki Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bank penerima bailout Rp 6,7 triliun tersebut rencananya akan mempercepat penjualan saham dengan melepas kembali saham ke publik (Re-Initial Public Offering/Re-IPO) dilantai bursa ataupun private placement (non-IPO).

Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mutiara Maryono kepada detikFinance di Jakarta, Senin (23/08/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengenai penjualan bank, saat ini masih dalam kajian. Tetapi bila perkembangan bisnis berjalan sustained seperti sekarang maka rencana penjualan bisa dipercepat," ujar Maryono.

Ia menjelaskan, strategi penjualan tersebut dilakukan dengan menjual 100% saham sesuai dengan ketentuan LPS selaku pemegang saham.

"Nah penjualannya bisa melalui private placement maupun Re-IPO," tuturnya.

Namun, lanjut Maryono setelah dilakukan finalisasi terhadap kajian tersebut semua masih membutuhkan persetujuan dari LPS.

"Bisa saja nanti hasil kajian dilakukan melalui salah satu opsi tersebut (Re-IPO atau Private Placement) atau bisa juga keduanya," ungkap Maryono.

Seperti diketahui, LPS menyatakan telah menguasai 99,996% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) melalui bailout senilai Rp 6,7 triliun. Pemegang saham lama terdilusi paksa menjadi hanya sebesar 0,004% dan akan hilang setelah dijual nanti. Setelah LPS berhasil menjual Bank Mutiara dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan, pemilik baru akan mengambil alih 100% saham Bank Mutiara.

Sebelum diambil alih LPS, komposisi pemegang saham Bank Mutiara (dulu bank Century) antara lain
Clearstream Banking S.A Luxembourg 11,5%
First Gulf Asia Holdings Limited (d/h Chinkara Capital Limited) 9,55%
PT Century Mega Investindo 9%
PT Antaboga Delta Sekuritas 7,44%
PT Century Super Investindo 5,64%
Lain-lain kurang dari 5% sebesar 57,21%.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads