Bank DKI Tunda Niat IPO

Bank DKI Tunda Niat IPO

- detikFinance
Senin, 23 Agu 2010 19:18 WIB
Jakarta - Rencana PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI untuk menyusul Bank Jabar Banten mencatatan saham perdana (IPO) nampaknya diurungkan, menunggu persiapan yang lebih matang dari internal perusahaan.

Menurut Mantan Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia yang juga Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), perseroan yang pernah ia pimpin, memundurkan jadwal IPO. Meskipun santer dikabarkan Bank DKI akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini, Winny memberi gambaran pencatatan saham Bank DKI di bursa tidak terjadi dalam waktu dekat.

"Dari komunikasi seperti itu. Kita harus realistis untuk target IPO. Masih melakukan persiapan agar segalanya bisa lebih matang," ungkapnya saat ditemui di kantor Asbanda, Menara MTH, Jakarta, Senin (23/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, memang saat diangkat menjadi Dirut Bank DKI kala itu, pemegang saham memberi pekerjaan rumah yang berat. Yakni menjadikan perseroan perusahaan go public.

Lagi pula menurut Winny, saat ini investor masih mempertimbangkan jumlah saham yang dilepas saat IPO. Jika sedikit, ada kecenderungan pasar untuk tidak menyerap saham baru tersebut.

"Investor tidak terlalu menarik kalau size-nya kecil," paparnya.

Tidak hanya indikator laba yang saat ini menjadi perhatian investor. Dari sisi perbankan, emiten juga harus jeli dalam mengelola rasio kredit bermasalah (NPL). Karena jika NPL terus mengalami peningkatan, investor cenderung 'ogah' berlama-lama memegang saham.

"Pengelolaan seperti apa untuk dapat menilai PE ratio, dan sebagainya. Investor melihat itu," tegas Winny.

Selain internal kinerja yang mumpuni, BPD yang berniat listing (mencatatkan saham) di bursa harus memiliki tim komunikasi yang baik. Karena perusahaan publik harus memenuhi azas transparansi, hingga tim mampu melaksanakan tugas tersebut.

"Nanti jangan pas ada wartawan ditinggalin, atau dikasihkan ke direksi. Direksi juga takut ketemu wartawan. Jadi persiapan bukan hanya kinerja, SDM juga. Unit komunikasi atau humas tiap BPD harus punya," imbuhnya.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads