Demikian disampaikan Corporate Secretary UNTR Sara K Loebis saat ditemui di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta, Senin (23/8/2010).
"Baru itu, penjualan Juli 3.200 unit, meningkat dari 1.710 unit tahun lalu," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi perekonomian yang membaik ikut mendorong perusahaan mengucurkan kredit untuk alat berat," katanya.
Total penjualan alat berat perseroan, 90% melalui fasilitas pembiayaan. Sebagian di antaranya menggunakan anak usaha Astra di bidang pembiayaan, seperti PT Astra Credit Company, PT Komatsu Astra Finance, dan lainnya.
"Angka per anak usaha, tidak hafal saya," tambahnya.
Hingga akhir 2010, perseroan optimistis target penjualan alat berat sebanyak 5 ribu unit akan tercapai. "Masih on track penjualan 5 ribu alat berat akan tercapai di tahun ini," tegasnya.
Kontribusi penjualan excavator masih didominasi bermesin kecil dan menengah. Porsinya mencapai 80%, sisanya bermesin besar.
"Penjualan alat berat untuk perusahaan tambang, konstruksi, perkebunan dan kehutanan, dan juga pertambangan banyak pakai alat berat kecil," jawab Sara.
(wep/dnl)











































