IHSG dibuka turun tipis ke level 3.128,438 dan kemudian sempat melemah ke level 3.120,377, turun 8 poin dari penutupan sebelumnya di level 3.128,734.
Tekanan jual yang melanda bursa-bursa utama di Asia sempat membuat IHSG ikutan bergerak di zona merah. Untungnya, aksi beli selektif lagi-lagi berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau. Penguatan IHSG bahkan membuat sejumlah bursa regional ikut menghijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transaksi asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 56,348 miliar.
Pada perdagangan Selasa (24/8/2010), IHSG ditutup naik 14,253 poin (0,45%) ke level 3.142,987. Indeks LQ45 juga naik 2,043 poin (0,34%) ke level 596,037.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 68.919 kali pada volume 2,529 miliar lembar saham senilai Rp 1,875 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 80 saham turun dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia bergerak variatif:
- Indeks Shanghai naik 24,71 poin (0,94%) ke level 2.664,07.
- Indeks Hang Seng turun tipis 4,58 poin (0,02%) ke level 20.884,43.
- Indeks Nikkei-225 turun 106,95 poin (1,17%) ke level 9.009,74.
- Indeks Strait Times menguat 17,80 poin (0,61%) ke level 2.943,79.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Merck (MERK) naik Rp 7.000 ke Rp 80.000, Indomobil (IMAS) naik Rp 700 ke Rp 3.775, Tri Polyta (TPIA) naik Rp 525 ke Rp 2.675, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 40.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 20.450.
Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 40.100, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 250 ke Rp 5.550, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 200 ke Rp 17.000, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 17.450.
Â
Â
(dro/qom)











































