"Kami sudah memberikan somasi 2 kali, jika tidak ada respons dari manajemen, kami tidak segan-segan untuk maju ke pengadilan," ujar salah seorang staf MIG kepada detikFinance, Selasa (24/8/2010).
Menurutnya, manajemen RINA telah melakukan penyelewengan dalam laporan keuangannya. Dalam laporan keuangannya per akhir akhir 2009, memang tercantum kalau MIG memiliki utang sebesar Rp 8,606 miliar. Posisi utang yang sama masih tercantum dalam laporan keuangan semester I-2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MIG merupakan pemilik 80.000.000 (7,41%) saham RINA. Pemegang saham lainnya adalah PT Silver Mountaine sebanyak 540.000.000 saham (66,67%) dan Mavcap melalui CIMB Investment Bank Bhd sebanyak 136.250.000 saham (19,29%).
Sayangnya, Direktur Keuangan RINA Izzudin Mahmood tidak menjawab panggilan telepon detikFinance untuk mengkonfirmasikan hal ini.
Namun sebagai catatan, RINA memang tercatat sebagai emiten yang tergolong bandel dalam laporan keuangan. Perusahaan ini baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Juli 2009. Sejak periode itu, RINA mempublikasikan laporan keuangannya sebanyak 5 kali yakni untuk periode triwulan II-2009, triwulan III-2009, triwulan IV-2009, triwulan I-2010 dan triwulan II-2010.
Dan setiap kali mengeluarkan laporan keuangannya itu, RINA selalu mengumumkan koreksinya setelah diperingatkan BEI lantaran selalu terdapat kesalahan pencatatan.
(dro/qom)











































