Media Intertel Siap Giring Katarina Utama ke Pengadilan

Media Intertel Siap Giring Katarina Utama ke Pengadilan

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2010 17:17 WIB
Media Intertel Siap Giring Katarina Utama ke Pengadilan
Jakarta - PT Media Intertel Graha (MIG), salah satu pemegang saham PT Katarina Utama Tbk (RINA) menyatakan kesiapannya menggelandang manajemen ke pengadilan lantaran telah menyelewengkan laporan keuangan auditan tahun 2009 dan mencatut nama MIG dalam daftar perusahaan terutang.

"Kami sudah memberikan somasi 2 kali, jika tidak ada respons dari manajemen, kami tidak segan-segan untuk maju ke pengadilan," ujar salah seorang staf MIG kepada detikFinance, Selasa (24/8/2010).

Menurutnya, manajemen RINA telah melakukan penyelewengan dalam laporan keuangannya. Dalam laporan keuangannya per akhir akhir 2009, memang tercantum kalau MIG memiliki utang sebesar Rp 8,606 miliar. Posisi utang yang sama masih tercantum dalam laporan keuangan semester I-2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal MIG tidak punya utang sama sekali kepada RINA. Oleh sebab itu, kami mengirimkan surat somasi ke manajemen RINA. Tapi sepertinya tidak digubris. Somasi pertama kami layangkan Juli 2010, yang kedua awal Agustus 2010. Hingga saat ini tak ada respon sama sekali," jelasnya.

MIG merupakan pemilik 80.000.000 (7,41%) saham RINA. Pemegang saham lainnya adalah PT Silver Mountaine sebanyak 540.000.000 saham (66,67%) dan Mavcap melalui CIMB Investment Bank Bhd sebanyak 136.250.000 saham (19,29%).

Sayangnya, Direktur Keuangan RINA Izzudin Mahmood tidak menjawab panggilan telepon detikFinance untuk mengkonfirmasikan hal ini.

Namun sebagai catatan, RINA memang tercatat sebagai emiten yang tergolong bandel dalam laporan keuangan. Perusahaan ini baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Juli 2009. Sejak periode itu, RINA mempublikasikan laporan keuangannya sebanyak 5 kali yakni untuk periode triwulan II-2009, triwulan III-2009, triwulan IV-2009, triwulan I-2010 dan triwulan II-2010.

Dan setiap kali mengeluarkan laporan keuangannya itu, RINA selalu mengumumkan koreksinya setelah diperingatkan BEI lantaran selalu terdapat kesalahan pencatatan.
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads