BEI Usut Dugaan Penyelewengan Dana IPO Katarina

BEI Usut Dugaan Penyelewengan Dana IPO Katarina

- detikFinance
Rabu, 25 Agu 2010 14:10 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan mengusut dugaan penyelewengan dana IPO serta dugaan manipulasi laporan keuangan auditan tahun 2009 milik PT Katarina Utama Tbk (RINA). BEI masih menunggu laporan data terkait.

"Kita belum terima data-datanya, tapi kita akan usut terus dugaan ini," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Katarina diduga telah melakukan penyelewengan dana IPO sebesar Rp 28,971 miliar dari total yang diperoleh sebesar Rp 33,6 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber detikFinance, tim investigasi telah menemukan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Namun sumber masih melakukan pengumpulan data untuk kemudian diserahkan ke BEI dan Bapepam-LK.

"Kalau hasil investigasi sementara siap, kita akan serahkan ke BEI dan Bapepam-LK hari ini. Paling lambat besok," ujarnya.

Selain itu, Katarina juga diduga telah memanipulasi laporan keuangan auditan tahun 2009 dengan memasukkan sejumlah piutang fiktif guna memperbesar nilai aset perseroan.

Salah satu perusahaan yang dicantumkan memiliki piutang fiktif adalah PT Media Intertel Graha (MIG) yang juga merupakan pemilik 80.000.000 (7,41%) saham Katarina selain Silver Mountaine sebanyak 540.000.000 saham (66,67%) dan Mavcap melalui CIMB Investment Bank Bhd sebanyak 136.250.000 saham (19,29%).

Dalam laporan keuangan auditan tahun 2009, Katarina mencantumkan adanya piutang dari MIG sebesar Rp 8,606 miliar dan mencantumkan pemasukan pendapatan dari MIG sebesar Rp 6,773 miliar. Sementara menurut Kuasa hukum MIG Saifullah, pencatuman tersebut tidak benar.

"Itu tidak benar sama sekali, MIG tidak memiliki utang kepada Katarina maupun memberikan pendapatan ke Katarina. Jadi mereka memutarbalikkan fakta, justru Katarina yang pernah berutang kepada MIG sebesar Rp 2 miliar," jelas Saifullah.

(dro/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads