IHSG Lompat 23 Poin Lawan Arus Regional

IHSG Lompat 23 Poin Lawan Arus Regional

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2010 16:10 WIB
IHSG Lompat 23 Poin Lawan Arus Regional
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin perkasa diantara bursa regional. Ketika seluruh bursa Asia berada di zona merah, IHSG melawan arah sendirian dan mencetak 23 poin.

Membuka perdagangan tadi pagi, IHSG berada di zona merah, turun 8,187 poin (0,25%) ke level 3.106,752. Namun, tak berapa lama IHSG berhasil naik tipis 0,994 poin (0,03%) ke level 3,115,933.

Penguatan pun terus berlanjut hingga penutupan perdagangan Sesi I. Pada penutupan perdagangan Sesi I Rabu (25/8/2010), IHSG ditutup naik tipis 4,153 (0,13%) poin ke level 3.119,092.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu (25/8/2010), IHSG ditutup menguat 23,971 poin (0,77%) ke level 3.138,910. Indeks LQ 45 juga naik 4,572 poin (0,77%) ke level 595,354.

IHSG semakin perkasa di tengah kondisi bursa regional yang tak kuasa keluar dari zona merah. IHSG menjadi satu-satunya bursa di Asia yang mencetak kenaikan poin. Saham-saham sektor komoditi dan consumer goods menjadi penopang naiknya IHSG hingga penutupan perdagangan.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 129.570 kali pada volume 7,738 miliar lembar saham senilai Rp 4,266 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 47 saham turun dan 91 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa regional sore ini:

  • Indeks Komposti Shanghai turun 26,37 poin (0,99%) ke level 2.623,94.
  • Indeks Hang Seng turun 88,55 poin (0,43%) ke level 20.570,16.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 179,84 poin (2,00%) ke level 8.815,30.
  • Indeks Straits Times turun 3,16 poin (0,11%) ke level 2.919,69.


Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya, Bank Tabungan Pensiunan (BTNP) naik Rp 900 ke Rp 11.100, Bata (BATA) naik Rp 500 ke Rp 58.000, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 17.800, dan Lionmesh (LMSH) naik Rp 450 ke Rp 2.550.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan cukup tinggi di jajaran top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 39.400, Astra Internasional (ASII) turun Rp 350 ke Rp 48.650, Indotambang (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.000, dan Good Year (GDYR) turun Rp 150 ke Rp 12.800.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads