"Tidak sampai Rp 400 miliar," ucap Direktur Utama BRI Sofyan Basyir saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Saat ini, lajut Sofyan, perseroan tengah menyelesaikan administrasi terkait rencana akusisi Bank Swasta tersebut. Aksi korporasi tersebut juga telah dilaporkan kepada Bank Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, akuisisi Bank Agro oleh BRI dilakukan dengan mengambil alih semua saham yang ditawarkan pemegang saham lama. Saat ini, sebanyak 97 % saham Bank Agro dikuasai Dana Pensiun Perkebunan, sedangkan 3,3 % dimiliki publik.
Stock Split di Akhir Triwulan IV-2010
Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan, rencana pemecahan saham atau stock split perseroan diperkirakan akan dilakukan pada akhir triwulan IV-2010, sekitar Desember.
"Mungkin pada akhir triwulan IV, kalau harga baik. Antara Agustus sampai Desember." katanya.
Terkait rasio stock split, Sofyan mengaku perseroan belum mengambil keputusan. Saat ini rasio stok split yang diwacanakan antara 1:2 atau 1:4.
Rencananya stock split ini akan dilakukan berbarengan dengan rapat umum pemegang saham (RUPS) mengenai rampungnya akuisisi PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO).
Sofyan menuturkan, perseroan memang berencana melakukan stock split, dengan syarat harga sahamnya menembus angka Rp 10.000. Jika harga saham perseroan bisa bertahan di atas Rp 10.000 hingga akhir tahun maka stock split bisa dilakukan.
(nia/ang)











































