Krakatau Steel Tawarkan 19,61% Saham di November 2010

Krakatau Steel Tawarkan 19,61% Saham di November 2010

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2010 13:17 WIB
Krakatau Steel Tawarkan 19,61% Saham di November 2010
Jakarta -

PT Krakatau Steel (KS) bakal menawarkan 19,61% saham mereka dalam pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di bulan November 2010. Dokumen permohonan pencatatan sudah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini.

"Dokumen masuk awal pekan ini dan yang ditawarkan 19,61%," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Namun, Eddy belum mau mengungkapkan nilai IPO BUMN baja tersebut. Namun, diperkirakan pencatatan perdana akan terjadi di bulan November 2010. Selaku penjamin emisi adalah 3 BUMN sekuritas, yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilai biasanya tidak disampaikan dalam dokumen. Kalau masuknya pekan ini, November bisa listing, jelas Eddy.

Selain KS, Agung Podomoro Grup juga telah masukkan dokumen permohonan IPO ke BEI. Perusahaan jasa kontruksi ini bakal melepas saham ke publik sebanyak 30%.

Mandiri Sekuritas dan Deutsche Securities Indonesia, lanjut Eddy, bertindak sebagai underwritter IPO Agung Podomoro. "Agung Podomoro 30%-an. Dia sama KS masuknya bareng. Kita akan selenggarakan mini expose keduanya, namun melihat kelengkapan dokumen mereka. Yang lengkap ya yang duluan," tegasnya.

"(mini expose) KS mudah-mudahan minggu depan," imbuh Eddy.

Atas informasi yang diberikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mekanisme pelepasan saham KS telah sesuai dengan ijin yang didapat dari Dewan Perwakilan Rakyat DPR) dua tahun lalu. Krakatau Steel diperkenankan untuk melepas saham ke publik maksimal 30%.

Target dana yang akan diraup oleh Krakatau Steel setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar Rp 4-5 triliun. Dana itu akan digunakan sebagai modal kerja dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi perseroan.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads