"Kita ingin supaya saham IPO ini diserap oleh masyarakat umum seperti yang ada di Jakarta atau di Sumbawa ," ujar Vice President, Deputy General Coursel and Corporate Development Newmont Mining Corporation, Blake M Rhodes di Hotel JW Mariot, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Blake menyatakan, hingga saat ini belum ada keputusan yang memberikan hak membeli pertama (pre-emptive right) IPO, baik kepada PT Pukuafu Indah maupun pemegang saham lainnya karena kegiatan IPO sendiri baru akan dilaksanakan pada Kuartal I-2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasar kita ingin seluruh saham tidak gunakan hak itu untuk membeli saham IPO," katanya.
Seperti diketahui, Newmont akan segera melakukan IPO pada triwulan I-2011. Perseroan berencana untuk melepas 10% saham baru untuk ditawarkan kepada publik. Rencana IPO ini sudah disetujui oleh 82,2% pemegang saham yang hadir dalam RUPSLB tersebut.
Hal itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang digelar di Hotel Grand Melia, Jakarta, Kamis (19/8/2010) lalu.
Adapun komposisi saham PT NNT pada saat ini yaitu sebesar 56 persen dimiliki oleh Newmont Indonesia Limted (NIL), yang merupakan anak usaha NMC dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC), anak usaha Sumitomo.
Sedangkan 24 persen dimiliki oleh Multi Daerah Bersaing, serta 2,2 persen dikuasai PT Indonesia Masbaga Investama (IMI). Sementara sisanya, Pukuafu hanya mempunyai 17,8 persen saham.
Salah satu pemegang saham, Pukuafu yang tidak hadir dalam RUPSLB tersebut menolak rencana IPO tersebut. Penolakan itu disampaikan karena pelaksanaan RUPS LB itu bertentangan dengan Kontrak Karya Pertambangan 1986 Newmont dan SPA saham divestasi 31% antara Newmont Indonesia Limted (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) bersama Pukuafu.
Tak lama setelah menolak IPO, Pukuafu justru menyiapkan dana sebesar US$ 800 juta untuk membeli saham baru 10% yang ditawarkan PT NNT tersebut. Perseroan akan menggunakan hak membeli pertama (pre-emptive right) dalam aksi korporasi tersebut.
Saham Newmont tidak hanya diminati pemegang sahamnya, Menteri BUMN Mustafa Abubakar menjagokan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bisa membeli 5 persen saham yang ditawarkan Newmont tersebut.
"Saya berharap ditangkap 5% dari 10% itu sudah bagus, sisanya 5% bisa dibeli swasta," ujar Mustafa di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
Meski belum mendapat laporan resmi dari BUMN-BUMN tambang soal rencana pembelian saham Newmont tersebut, namun Mustafa berjanji akan memberikan dukungan kepada BUMN-BUMN tambang yang ingin membeli Newmont. (epi/dnl)











































