IHSG dibuka turun tipis ke level 3.145,037 dan sempat melemah ke level 3.121,059, turun 24 poin dari penutupan kemarin di level 3.145,135.
Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di teritori negatif lantaran tekanan jual melanda sebagian besar saham unggulan. Hanya indeks saham konsumsi dan perdagangan yang mengalami penguatan. Sisanya terjebak di teritori negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah antisipasi, investor memutuskan melakukan aksi jual. Data transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 83 miliar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Kamis, (26/8/2010), IHSG ditutup turun 12,494 poin (0,39%) ke level 3.132,641. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 3,270 poin (0,54%) ke level 592,409.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 56.028 kali pada volume 2,634 miliar lembar saham senilai Rp 1,980 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 105 saham turun dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa regional didominasi pelemahan:
- Indeks Komposit Shanghai turun 8,73 poin (0,34%) ke level 2.594,75.
- Indeks Hang Seng turun tipis 12,84 poin (0,06%) ke level 20.599,45.
- Indeks Nikkei 225 naik 2,02 ke level (0,02%) ke level 8.904,85.
- Indeks Straits Times menguat 12,68 poin (0,43%) ke level 2.938,55.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 39.650, BTPN naik Rp 500 ke Rp 11.100, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 18.350, Indofood (INDF) naik Rp 125 ke Rp 4.625.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 ke Rp 47.950, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 18.400, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 20.100, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.650.
Â
Â
(dro/qom)











































