Mengawali perdaganganm IHSG turun tipis ke level 3.145,037 dan sempat melemah ke level 3.121,059, turun 24 poin dari penutupan kemarin di level 3.145,135.
IHSG terus bergerak di teritori negatif lantaran tekanan jual melanda sebagian besar saham unggulan. Hanya indeks saham konsumsi dan perdagangan yang mengalami penguatan. Sisanya terjebak di teritori negatif. Pelemahan IHSG semakin besar memasuki sesi II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional mayoritas bergerak melemah:
- Indeks Shanghai menguat 7,26 poin (0,28%) ke level 2.610,74.
- Indeks Hang Seng melemah 14,71 poin (0,07%) ke level 20.597,35.
- Indeks Nikkei-225 menguat 84,58 poin (0,95%) ke level 8.991,06.
- Indeks Straits Times menguat 20,08 poin (0,69%) ke level 2.945,95.
- Indeks Komposit Seoul melemah 0,20 poin (0,01%) ke level 1.729,56.
Perdagangan di lantai bursa Indonesia cukup meriah dengan frekuensi transaksi mencapai 106.910 kali pada volume 6.096 juta lembar senilai Rp 4,271 triliun. Sebanyak 52 saham naik, 147 saham turun dan 85 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indofood (INDF) naik Rp 75 menjadi Rp 4.575, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) naik Rp 6 menjadi Rp 116, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 menjadi Rp 39.250, Charoen oPokphan (CPIN) naik Rp 300 menjadi Rp 6.250.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 90 menjadi Rp 1.690, Astra International (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 47.500, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 menjadi Rp 17.850, BRI (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 9.450, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 8.750.
(qom/dnl)











































