IHSG 'Cicipi' Berkah Ramadan

Ulasan Sepekan

IHSG 'Cicipi' Berkah Ramadan

- detikFinance
Senin, 30 Agu 2010 07:31 WIB
IHSG Cicipi Berkah Ramadan
Jakarta - Bulan Ramadan tampaknya tak hanya menjadi penuh berkah bagi umat muslim di Indonesia tapi juga bagi seluruh investor saham di bursa Indonesia.

Seperti pernah diprediksi diawal bulan ramadan lalu, sepanjang bulan ramadan tahun ini, IHSG menguat cukup signifikan ditengah koreksi yang terjadi dibursa Amerika dan regional. Bahkan pada penutupan hari kamis pekan lalu, IHSG mampu memecahkan rekor tertingginya sepanjang sejarah pada angka 3.145,1.

"Penguatan yang terjadi pada bursa saham Indonesia itu masih didorong oleh positifnya pandangan investor terhadap kinerja emiten-emiten Indonesia sehingga investor masih berani untuk melakukan pembelian selektif pada emiten-emiten dengan kinerja memuaskan pada kuarter kedua 2010," ujar Muhammad Fikri, analis dari BNI seperti dikutip detikFinance, Senin (30/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (kecuali tahun 2008 dimana terjadi krisis), bursa saham Indonesia selalu mengalami kenaikan yang signifikan selama bulan ramadan.

"Hal ini dapat dilihat dalam sejarah pergerakan IHSG selama bulan ramadan sejak tahunΒ  2006, 2007 dan 2009," ungkapnya.

Sepanjang ramadan tahun ini IHSG telah menguat sebesar 2,29%, dan perlu diketahui bahwa penguatan IHSG ini terjadi di tengah koreksi yang melanda bursa Amerika dan Asia.

"Koreksi yang melanda bursa Amerika dan Asia didorong oleh kembali mencuatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi perekonomian Amerika seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika semester I 2010 dan tingginya angka pengangguran," papar Fikri.

Setelah dua pekan lalu mampu bertengger diatas 10.400, kekhawatiran terhadap proses pemulihan ekonomi Amerika sempat menekan pergerakan Indeks Dow Jones pada perdagangan kamis pekan lalu, hingga menyentuh angka 9.985 atau yang terendah dalam 7 pekan.

Bahkan pada akhir pekan lalu The Fed sampai harus menenangkan pasar dengan memberikan sentimen positif sehingga mampu mendorong penguatan indeks Dowjones kembali ke atas level 10.000.

Lebih lanjut, pada akhir pekan lalu presiden The Fed, Ben Bernanke memperlihatkan komitmennya untuk siap mengambil langkah apapun yang perlu dilakukanΒ  guna memastikan keberlanjutan proses pemulihan ekonomi Amerika berada pada jalan yang benar.

"The Fed telah mempunyai strategi untuk menghindarkan ekonomi Amerika dari kemungkinan resesi yang lebih dalam," ujar Ben Bernanke dalam pidatonya dikonferensi tahunan bank dunia di Wyoming, jumat pekan lalu.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh ben Bernanke, guna meredam kekhawatiran investor yang kembali memuncak setelah melihat kenyataan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Amerika semester pertama 2010 hanya sebesar 1.6% atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya 2.4%.

"Upaya the Fed untuk menahan kejatuhan Indeks Dowjones sepertinya hanya bersifat sementara mengingat fakta di tahun 2008 yang menunjukkan bahwa the Fed sekalipun masih belum mampu menghindari terjadinya krisis subprime mortgage," jelas Fikri.

Kondisi yang terjadi dibursa Amerika tersebut secara langsung akan memberikan tekanan yang kuat kepada bursa saham diseluruh dunia termasuk IHSG, terlebih lagi belum ada sentiment kuat yang muncul dari dalam negeri untuk meredam isu dari amerika tersebut. Oleh karena itu arah pergerakan bursa saham Indonesia beberapa hari kedepan masih akan ditentukan oleh faktor eksternal.

"Setelah menguat cukup signifikan selama hampir tiga pekan lalu, maka dapat diprediksi IHSG minggu depan akan memasuki masa konsolidasi dengan kecenderungan melemah," prediksi Fikri.

Walaupun di hari Senin ini IHSG masih berpotensi menguat mengikuti jejak indeks Dow Jones yang ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat lalu, namun menurut Fikri untuk hari berikutnya penguatan IHSG diprediksi akan tertahan dengan kecenderungan melemah dalam sepekan.

"Selain adanya sentiment negative dari eksternal, pelemahan IHSG akan didorong oleh September fobia, mengingat perdagangan saham minggu depan akan memasuki bulan September," tambahnya.

Perlu diketahui bahwa sepanjang sejarahnya, bulan September selalu menjadi bulan yang dihindari oleh para investor saham diseluruh dunia karena selama bulan September bursa saham cenderung bergerak melemah.

Kuatnya sentiment September fobia bukan hanya isapan jempol, bahkan investor saham mempunyai motto tersendiri selama bulan September yaitu "wake me up when September end".
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads