"Borneo Paradiso akan diluncurkan sekitar September atau Oktober 2010. Total investasi proyek tersebut sekitar Rp 1,2 triliun," kata Direktur COWL Hari Dhono Tampubolon dalam keterangannya, Senin (30/8/2010).
Dia mengatakan, dipilihnya Balikpapan sebagai salah satu proyek perseroan karena Balikpapan merupakan kota transit yang menjadi kota provinsi terkaya di Indonesia dengan pendapatan per kapita US$ 6 ribu. "Melihat respon pasar di Balikpapan sangat baik, Borneo Paradiso bisa dikembangkan menjadi 3.000 unit rumah," kata Hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan proyeksi perolehan pendapatan yang akan didorong dari meluncurnya sejumlah proyek perseroan, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam risetnya menargetkan penjualan COWL hingga akhir tahun 2010 diperkirakan naik sebesar 43,6% dibanding tahun 2009 dengan CAGR naik sekitar 24% untuk periode 2009-2014.
"Untuk itu Pefindo menargetkan harga saham COWL untuk jangka panjang tahun 2010 di kisaran Rp 335-380 per saham," katanya.
Target harga saham COWL 2010 juga didasarkan kenaikan penjualan sekitar 18% pada 2009 menjadi Rp 98,9 miliar dari Rp 83,8 miliar di 2008. Total penjualan tersebut dikontribusikan dari proyek Serpong Terrace sekitar 30,3% dari total penjualan perseroan.
Pada semester I-2010, perseroan berhasil mencatat penjualan Rp 45,14 miliar atau naik 37,05% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 32,93 miliar. Meski pada paruh pertama tahun ini penjualan COWL cukup baik, namun angka tersebut hanya 27,9% dari proyeksi penjualan 2010.
Â
Â
(dro/dro)











































