"Sebelum insiden tersebut, lapangan Sepanjang memproduksi 1.500-1.700 bph. Insiden ini mengakibatkan terhentinya produksi minyak di lapangan tersebut," ujar Direktur Utama ENRG, Imam Agustino dalam keterangannya, Senin (30/8/2010).
Pada 28 Agustus 2010, FSO Gagasan Perak yang membawa 20 ribu barel minyak meledak. FSO tersebut dioperasikan oleh PT Sea Horse, sedangkan Kangean Energy Indonesia Ltd sebagai operator atas blok Kangean PSC di Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua personel telah berhasil dievakuasi dan 4 orang diantaranya dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu," ujarnya.
Imam mengatakan, sebagai bagian dari prosedur penanganan situasi darurat, Kangean Energy telah melakukan koordinasi dengan BP Migas dan Koordinator Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan (PTMP) Wilayah V.
"Untuk mengantisipasi terjadinya tumpahan minyak, Koordinator PTMP di area V telah mengirimkan tambahan Oilboom 200 meter dari Hess Indonesia Ltd," ujarnya.
Menurut Imam, seluruh biaya terkait dengan insiden ini telah diasuransikan oleh pihak Sea Horse, sedangkan volume minyak sebesar 20 ribu barrel yang berada dalam kapal tersebut diasuransikan oleh Kangean Energy.
Â
Â
(dro/dnl)











































