Sementara laba usaha perseroan mencapai Rp414,9 miliar atau lebih tinggi dibandingkan semester I-2009 yang tercatat sebesar Rp172,8 miliar.
Pendapatan konsolidasi perseroan pada semester I-2010 adalah sebesar Rp 3,749 triliun atau naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sekitar Rp 3,539 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada necara perseroan hingga akhir Juni, jumlah aktiva tercatat Rp 5,047 triliun atau 4% lebih tinggi dibandingkan 31 Desember 2009 Rp 4,855 triliun.
Kenaikan nilai aktiva ini diiringi dengan penurunan nilai utang pajak dan royalti sebesar 60%. Nilai utang pajak dan utang royalto per 30 Juni 2010 sebesar Rp32,6 miliar dan utang yang sama pada periode 31 Desember 2009 sebesar Rp81,8 miliar.
Produksi logam timah sampai dengan akhir Juni 2010 adalah sebesar 19.501 metric ton turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar 19.378 metric ton.
Penjualan logam timah pada periode semester I-2010 sebeSsar 19.760 metric ton , turun 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sekitar 24.110 metric ton.
Pencapaian produksi tersebut didukung oleh realisasi volume produksi bijin timah dari tambang lepas pantai pada semester I adalah sebesar 9.085 ton.Sn, meningkat 28% dari periode yang sama tahun lalu sekitar 7.075 ton.Sn.
Total produksi bijih dari tambang lepas pantai pada kuartal II menjadi sebesar 6.929 ton.Sn meningkat 221% dibandingkan dengan kuartal I-2010 yaitu sebesar 2.156 ton sn.
Sedangkan volume produksi bijih timah dari tambang darat periode semester I-2010 sebesar 8.503 ton.Sn atau meningkat 84% dibandingkan dengan produksi periode sama tahun 2009 sekitar 4.618 ton.Sn.
Untuk mengurangi ketergantungan dari penambangan darat, saat ini perusahaan tengah membangun lima kapal isap baru yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2010.
Tambahan kapal isap baru ini diharapkan dapat mendukung 10 kapal hisap yang sudah ada dan mendukung operasi armada kapal keruk (bucket line dredge) yang berjumlah 11 buah.
(epi/dro)











































