IHSG dibuka turun ke level 3.098,771 dan kemudian langsung turun ke level 3.063,703, turun 36 poin dari penutupan kemarin di level 3.099,565.
Sejak awal perdagangan, IHSG berada dalam tekanan jual massif. Meski sempat mengurangi koreksi, namun aksi jual masih melanda lantai bursa. Sentimen bursa regional sepertinya menjadi faktor utama yang menggerakkan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank sentral Jepang gagal membendung penguatan Yen. Pesimisme investor terhadap proyeksi ekonomi global mendorong spekulasi perdagangan mata uang. Investor ramai-ramai migrasi ke transaksi valas.
Koreksi tajam indeks Nikkei 225 dipicu oleh aksi jual massif saham seiring dengan terjadinya koleksi pada nilai tukar Yen. Jika tidak ada upaya menahan koreksi di lantai bursa Jepang, penurunan bisa berlangsung selama beberapa hari ke depan dan tentunya memberi pengaruh pada pergerakan IHSG pekan ini.
Transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 142,140 miliar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Selasa, (31/8/2010), IHSG ditutup melemah 16,652 poin (0,53%) ke level 3.082,913. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 3,700 poin (0,63%) ke level 581,750.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 52.534 kali pada volume 2,210 miliar lembar saham senilai Rp 1,581 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 126 saham turun dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa regional seluruhnya melemah:
- Indeks Shanghai turun 12,37 poin (0,47%) ke level 2.640,29.
- Indeks Hang Seng melemah 224,17 poin (1,08%) ke level 20.513,05.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 276,97 poin (3,02%) ke level 8.872,84.
- Indeks Straits Times turun 20,20 poin (0,68%) ke level 2.936,89.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 18.400, Indospring (INDS) naik Rp 250 ke Rp 5.250, Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 150 ke Rp 6.500, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 60 ke Rp 1.200.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 39.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 39.150, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 17.350, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 16.200.
Â
Â
(dro/qom)











































