"Kami targetkan penyelesaian kontruksi pada Desember 2013. Produksi komersial diharapkan dapat dimulai pada kuartal pertama tahun 2014," ujar Corporate Secratary ANTM Bimo Budi Satriyo dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Selasa (31/8/2010).
Perseroan sendiri telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) proyek tersebut. Penandatanganan kontrak EPC dilakukan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) dengan konsorsium unincorporated PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Tsukishima Kikai Co. Ltd. dan PT Nusantara Energi Abadi (Nusea) sebagai kontraktor EPC proyek CGA Tayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek CGA Tayan akan memproduksi 300.000 ton CGA per tahun. Output produksi sebesar 200.000 ton CGA akan digunakan SDK sebagai pengganti output CGA dari pabrik miliknya di Yokohama. Sementara 100.000 ton CGA akan dijual di pasar Indonesia.
Produk-produk CGA digunakan diantaranya untuk memproduksi material berdaya guna dan material elektronik. Aluminium hidroksida, Produk intermediary dalam produksi alumina, digunakan dalam proses pemurnian air.
Proyek CGA Tayan memiliki nilai proyek sekitar US$450 juta. Struktur pendanaan proyek dapat berupa pendanaan eksternal dan internal.
"Tanggal efektif kontrak EPC tergantung pada beberapa faktor, diantaranya adalah penyelesaian financial close," jelasnya.
Â
Â
(epi/dro)











































