"Karena tidak adanya dana operasional, akhirnya PLN memutus aliran listrik ke kantor Medan terhitung 30 Agustus 2010 dengan tunggakan 3 bulan sebesar Rp 9 juta," ujar Sekretaris Forum Komunikasi Pekerja Katarina (FKPK), Marincan Rajagukguk kepada detikFinance, Selasa (31/8/2010).
Situasi ini, dijelaskan Marincan, sangat mengganggu karyawan karena tidak dapat bekerja dan kebingungan. FKPK mempertanyakan alasan tidak adanya dana operasional, padahal dala proses IPO perseroan telah memperoleh dana sebesar Rp 33,6 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama, lanjutnya, juga terjadi di kantor cabang Palembang dan pemutusan telepon juga pernah terjadi di kantor pusat Jakarta. Sebagai catatan, RINA hanya memiliki 3 kantor, yakni kantor pusat di Jakarta dan 2 kantor cabang di Medan dan Palembang.
RINA memperoleh dana IPO sebesar Rp 33,6 miliar pada penawaran Juli 2009 yang rencananya digunakan untuk membeli peralatan, modal kerja serta menambah kantor cabang. Hingga saat ini, tidak ada realisasi yang signifikan dalam pembelian peralatan, modal kerja serta penambahan kantor cabang.
Sumber detikFinance menyebutkan, manajemen Katarina yang terdiri dari expatriat asal Malaysia melarikan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Sebagian juga diduga nyangkut di PT Optima Kharya Capital Securities yang kini sedang dalam status suspensi. Pemilik Optima diduga melarikan uang nasabah-nasabahnya sebesar Rp 1 triliun lebih, termasuk milik RINA.
Â
Â
(dro/qom)











































