IHSG Terseret Koreksi Bursa Global

IHSG Terseret Koreksi Bursa Global

- detikFinance
Selasa, 31 Agu 2010 16:07 WIB
IHSG Terseret Koreksi Bursa Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 17 poin setelah sempat anjlok 41 poin seiring dengan tekanan jual yang melanda seluruh bursa-bursa utama di dunia. Ketidakpastian pemulihan ekonomi global diperkirakan memicu aksi jual dan migrasi dana ke pasar valas.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun ke level 3.098,771 dan kemudian sempat anjlok ke level 3.058,051, merosot 41 poin dari penutupan kemarin di level 3.099,565.

Pergerakan IHSG hari ini sangat dipengaruhi sentimen negatif bursa-bursa utama dunia yang seluruhnya dilanda tekanan jual massif. KOreksi terjadi pada hampir seluruh saham-saham unggulan di segala sektor, kecuali indeks saham keuangan yang masih positif lantaran penguatan sejumlah saham perbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koreksi saham-saham sektor pertambangan, perkebunan, konsumsi dan infrastruktur memimpin laju penurunan. Tak ada satu pun bursa yang selamat dari koreksi. Bursa-bursa Eropa pun dibuka seluruhnya melemah pada perdagangan siang tadi.

Koreksi tajam bursa Wall Street yang membuat indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah tajam mendekati level 10.000 memicu aksi jual bursa-bursa dunia pada perdagangan hari ini. Indeks Nikkei 225 merosot tajam mencapai 3,55% ke bawah level 9.000 pada perdagangan hari ini, disusul koreksi indeks Hang Seng yang mencapai 1%.

Ketidakpastian proyeksi pemulihan ekonomi global membuat sebagian besar investor memutuskan melakukan aksi jual untuk mengantisipasi koreksi lebih lanjut. Sebagian investor global memutuskan mengalihkan dananya ke transaksi valas, sebagaimana yang terjadi pada bursa Jepang. Bank sentral Jepang gagal membendung penguatan Yen yang diduga memicu migrasi dana dari pasar saham ke pasar valas.

Transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 173,778 miliar.

Pada penutupan perdagangan Selasa, (31/8/2010), IHSG ditutup turun 17,681 poin (0,57%) ke level 3.081,884. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,136 poin (0,70%) ke level 581,314.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 97.574 kali pada volume 4,190 miliar lembar saham senilai Rp 3,560 triliun. Sebanyak 59 saham naik, 144 saham turun dan 83 saham stagnan.

Bursa-bursa regional seluruhnya melemah:

  • Indeks Shanghai turun 13,87 poin (0,52%) ke level 2.638,80.
  • Indeks Hang Seng melemah 200,73 poin (0,97%) ke level 20.536,49.
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 325,20 poin (3,55%) ke level 8.824,06.
  • Indeks Straits Times turun 10,82 poin (0,37%) ke level 2.946,24.


Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 150 ke Rp 17.000, BTPN naik Rp 150 ke Rp 10.350, Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 100 ke Rp 6.450, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 ke Rp 5.900.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.050, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 17.650, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 16.100, Indofood (INDF) turun Rp 275 ke Rp 4.550, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 17.500.

 

 
(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads