Salah satu proyek EPC berskala besar yang tengah dibidik perseroan, menurut Executive Director PT Tripatra Engineering Joseph Pangalila, adalah pembangunan kilang di Cilacap. Nilai proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 1,2 miliar.
"Dengan Pertamina dulu berupa proyek RFCC (Residu Fluidited Catalitic Track) nilainya sekitar US$1,2 miiliar," katanya saat ditemui di kantornya, Mitra Building Jakarta, Selasa (1/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan bersaing dengan IKPT (PT Inti Karya Persada Teknik) dan PT Rekayasa Industri untuk tender pabrik pupuk Kaltim V," ungkapnya.
Proyek Pertamina di bidang PPGJ gas dengan nilai US$ 100 juta, juga tidak luput dari bidikan perseroan.
INDY juga menganggarkan belanja modal US$ 40 juta guna memenuhi target produksi batu bara yang mencapai 29 juta ton di 2010. Perseroan juga menyiapkan belanja modal untuk beberapa anak usaha perseroan, US$ 14 juta untuk Tripatra dan US$51 juta untuk Petrosea.
Sedangkan untuk kinerja hingga akhir semester I-2010 perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih konsolidasi 25%. Pertumbuhan, lanjut Direktur Keuangan PT Indika Energy Tbk Aziz Armand, disumbang oleh peningkatan produksi PT Kideco Jaya Agung dan kontribusi PT Petrosea yang diakuisisi pada 2009.
Â
Â
(wep/dro)











































