Bapepam Usut Dugaan Penyelewengan Dana IPO Katarina

Bapepam Usut Dugaan Penyelewengan Dana IPO Katarina

- detikFinance
Rabu, 01 Sep 2010 12:14 WIB
Bapepam Usut Dugaan Penyelewengan Dana IPO Katarina
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) masih terus mengusut penyelewengan dana IPO PT Katarina Utama Tbk (RINA), serta dugaan pemalsuan laporan keuangan di tahun buku 2009. Apalagi hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjatuhkanΒ  suspensi atas saham RINA di seluruh pasar terhitung sesi I perdagangan 1 September 2010.

"Masih, masih terus kita periksa. Saya tunggu laporan dari Pak Noor (Noorachman, Kepala Biro PKP Sektor Jasa)," ujar Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany disela-sela pelantikan Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution di gedung Mahkamah Agung Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Seperti diketahui mulai perdagangan sesi I hari ini, BEI memutuskan melakukan penghentian sementara perdagangan efek RINA. Suspensi dilakukan BEI setelah merujuk pada kondisi kegiatan operasional RINA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RINA sudah tidak lagi memiliki dana operasional. Ini ditunjukkan dengan diputusnya aliran listrik ke kantorΒ  Katarina cabang Medan, Sumatera Utara karena tidak mampu membayar tagihan sebesar Rp 9 juta, selama 3 bulan. Menurut sumber detikFinance, manajemen RINA yang seluruhnya expat asal Malaysia telah melarikan dana hasil IPO.

Selain penyelewangan dana IPO, perseroan juga diduga menanipulasi laporan keuangan tahun 2009. Karena laporan keuangan berupa hasil auditan, terang Fuad, pemeriksaan dimungkinkan berkembang menuju ke kantor Akuntan Publik.

Namun kelanjutan pemeriksaan masih belum bisa diungkapkan, kata Fuad, hingga terdapat laporan dari tim pemeriksa sebagai pihak yang dipercaya perseroan.

Akhir pekan lalu, Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK, Sarjito juga menyatakan, timnya sudah melakukan penulusan awal terkait pemberitaan dana IPO RINA.

"Saya sudah suruh anak buah untuk periksa itu," ungkapnya.

Β 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads