Antam Cetak Laba Rp 756,3 Miliar

Antam Cetak Laba Rp 756,3 Miliar

- detikFinance
Rabu, 01 Sep 2010 13:37 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 756,3 miliar sepanjang semester I-2010 atau naik 238% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun 2009 sekitar Rp 223,8 miliar.

Menurut Direktur UtamaΒ  Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis, kenaikan laba bersih terutama disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan feronikel dan bijih nikel serta meningkatnya harga komoditas inti Antam.

BUMN tambang itu mencatat kenaikan laba bersih meski nilai penjualan sedikit menurun karena menurunnya kegiatan trading logam mulia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja semester I-2010 merefleksikan peningkatan produksi dan penjualan komoditas inti kami yakni nikel selain juga disebabkan oleh faktor harga," ujar Alwin dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Rabu (1/9/2010).

Perseroan mencatat kenaikan pendapatan Antam hingga akhir Juni 2010 sebesar Rp4,3 triliun atau turun tipis jika dibandingkan semester pertama tahun 2009.

Penurunan tipis ini disebabkan Antam mengurangi kegiatan trading logam mulia yang memiliki marjin kecil.

Segmen nikel menjadi kontributor terbesar pendapatan Antam pada semester I-2010 yakni 68%. Sementara itu, pendapatan dari segmen emas yang terdiri dari komoditas emas, perak dan jasa pemurnian menyumbang 30% dari pendapatan Antam dengan nilai penjualan sebesar Rp 1,3 triliun.

"Pendapatan dari pasar ekspor berkontribusi 78% terhadap total pendapatan Antam dengan nilai Rp 3,3 triliun," jelasnya.

Menyusul optimalnya beban pabrik FeNi III setelah dilakukan optimasi yang selesai di bulan September 2009 produksi feronikel pada semester I-2010 tercatat naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 9.252 TNi.

Volume produksi feronikel sebesar 9.252 TNi setara dengan 50% dari target produksi tahun 2010 sebesar 18.500 TNi.

Seiring dengan peningkatan produksi dan permintaan, volume penjualan feronikel pada semester I-2010 naik 38% menjadi 9.743 TNi dibandingkan periode yang sama tahun 2009 dan mencapai 51% dari target 2010 sebesar 19.000 TNi.

Dengan kenaikan harga feronikel sebesar 70% menjadi US$9,39/lb, pendapatan feronikel pada semester I-2010 naik 98% dibandingkan semester I-2009 menjadi Rp 1,8 triliun.

Antam memproduksi 3.393.336 wmt bijih nikel pada semester I-2010, naik 20% dibandingkan semester I-2009. Volume penjualan bijih nikel pada semester I-2010 naik 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 2.721.497 wmt.

Volume penjualan bijih nikel pada semester I-2010 terdiri dari 1.832.256 wmt bijih nikel kadar tinggi yang semuanya berasal dari tambang Buli dan 889.241 wmt bijih nikel kadar rendah.

Volume produksi bijih nikel mencapai 55% dari target 2010 sebesar 6.150.000 wmt, sementara volume penjualan telah mencapai 51% dari target 2010 sebesar 5.350.000 wmt.

Pendapatan dari bijih nikel semakin meningkat seiring dengan kenaikan harga jual sehingga pendapatan dari komoditas ini pada semester I-2010 naik sebesar 57% dibandingkan semester I-2009 menjadi Rp 1,1 triliun.

Pada semester pertama tahun 2010, produksi emas dari Pongkor tercatat 1.382 kg, atau naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Volume produksi emas Pongkor telah mencapai 54% dari target tahun 2010 sebesar 2.580 kg.

Dengan dimulainya operasi tambang emas Antam yang baru di Cibaliung sejak akhir bulan Mei 2010, pada semester I-2010 produksi emas tambang Cibaliung tercatat 30 kg dengan produksi perak 120 kg.

Menyusul penurunan kegiatan trading, volume penjualan emas pada semester I-2010 turun 54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 3.403 kg. Antam memutuskan untuk menurunkan kegiatan trading seiring dengan fluktuasi harga emas yang sulit diprediksi sehingga meningkatkan risiko.

Volume penjualan emas mencapai 43% dari target tahun 2010 sebesar 7.980 kg. Pada semester I-2010, 56% dari volume penjualan emas Antam berasal dari kegiatan trading.

Penurunan volume penjualan dari kegiatan trading menjadikan pendapatan dari emas turun 54% menjadi Rp 1,2 triliun meski terjadi peningkatan harga sebesar 25% menjadi US$1.157,08/toz.

Nilai ekspor bauksit Antam pada semester I-2010 mencapai Rp 23,3 miliar, turun 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring dengan penurunan harga jual dan volume penjualan yang tercatat turun 7% dibandingkan semester I-2009 menjadi 136.911 wmt.

Seiring dengan penurunan biaya pembelian logam mulia akibat penurunan kegiatan trading, beban pokok penjualan Antam turun 26% dibandingkan semester yang sama pada tahun 2009 menjadi Rp 2,9 triliun.

Pada semester I-2010 biaya pembelian logam mulia turun 68% dibandingkan semester I-2009 menjadi Rp 704 miliar.

Sementara itu, seiring dengan peningkatan produksi bijih nikel, biaya jasa penambangan bijih naik 5% dibandingkan semester I-2009 menjadi Rp 470,5 miliar.

Peningkatan produksi feronikel juga menyebabkan kenaikan biaya pemakaian bahan bakar sebesar 62% dibandingkan semester I-2009 menjadi Rp 464,7 miliar.

Pada semester I-2010 beban usaha Antam tercatat naik 28% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 menjadi Rp 317,8 miliar.

Seiring dengan kenaikan penjualan bijih nikel dan feronikel, biaya pengapalan dan asuransi naik 19% dibandingkan semester I-2009 menjadi Rp 42,4 miliar.

Kondisi neraca Antam pada semester I-2010 semakin solid dan kuat seiring dengan jumlah kas dan setara kas yang tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 3,2 triliun.

Antam juga mencatat kenaikan piutang usaha sebesar 88% menjadi Rp 1,6 triliun serta penurunan saldo pinjaman dari US$ 62,7 juta pada semester I-2009 menjadi US$ 38,25 juta pada periode yang sama tahun 2010.

Dengan rasio utang (interest bearing) dengan ekuitas sebesar 4%, rasio lancar sebesar 5,45 kali dan modal kerja sebesar Rp 5 triliun maka Antam pada posisi pendanaan yang baik untuk dapat membiayai proyek-proyek pertumbuhan.

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada semester I-2010 tumbuh signifikan sebesar 116% menjadi Rp 841,7 miliar seiring dengan penurunan pembayaran kepada pemasok sebesar 27% menjadi Rp 2,5 triliun yang disebabkan oleh diturunkannya kegiatan trading serta adanya peningkatan penerimaan dari restitusi pajak sebesar 377% menjadi Rp 338 miliar.

Dengan didorong oleh penurunan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar 77% menjadi Rp 117 miliar maka pada akhir periode semester I-2010 Antam dapat mencatat kenaikan kas dan setara kas sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 menjadi Rp 3,2 triliun.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads