IHSG dibuka naik ke level 3.135,707 dan kemudian lanjut menguat hingga sempat menyentuh level 3.159,724, naik 24 poin dari penutupan kemarin di level 3.135,316.
Pada awal perdagangan, IHSG menguat cukup tinggi mengikuti tren rebound lanjutan bursa-bursa utama dunia. Sayangnya, mendadak aksi jual melanda sebagian besar saham-saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks saham sektoral lainnya pun terkena imbas. Hanya indeks saham aneka industri, konsumsi dan manufaktur yang masih melenggang di zona positif. Sisanya terjebak di zona merah. IHSG pun terpleset jatuh ke zona merah hingga sempat menyentuh level 3.117,552, turun 18 poin.
Transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,526 triliun lantaran adanya transaksi penjualan saham ITMG oleh asing.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Kamis, (2/9/2010), IHSG ditutup turun 15,427 poin (0,49%) ke level 3.119,889. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,690 poin (0,79%) ke level 588,693.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 56.928 kali pada volume 2,584 miliar lembar saham senilai Rp 5,914 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 100 saham turun dan 78 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 1.175 ke Rp 5.950, Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 49.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 41.200, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 18.500.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 2.550 ke Rp 36.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.650, United Tractors (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 18.750, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 16.050.
Â
Â
(dro/qom)











































