Menurut Presiden Direktur PT Harum Energy, Ray A. Gunara, target produksi batu bara ini naik 27,58% dari raihan tahun sebelumnya 5,8 juta ton. Kontribusi produksi didapat dari beberapa anak usaha mereka, diantaranya PT Santan Batubara, PT Tambang Batubara Harum, PT Mahakam Sumber Jaya.
"Produksi tahun ini 7,4 juta ton sampai akhir tahun," ungkap Ray usai paparan publik penawaran saham perdana di Hotel Mulia, Senayan Jakarta (2/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya akuisisi bisa saja, jika ada. Namun sampai sekarang belum ada penawaran. Kita optimalkan yang ada, kan lebih mudah. Total cadangan batu bara milik perserpan mencapai 123 juta ton," katanya.
Seperti diketahui, perseroan akan menawarkan 650 juta lembar saham (24%) kepada publik di harga Rp 5.000 - 6.300 per saham yang akan dicatatkan pada lantai bursa di 6 Oktober 2010. Target dana IPO berkisar antara Rp 3,250 - 4,095 triliun.
"Kalau harga segitu relatif, kalau dibilang mahal. Kan PE ratio Harum di level 7-9 kali. Bandingkan dengan perusahaan tambang sejenis yang sudah listed 10-11 kali. Ini kan sudah dilihat ada diskon," ujar Direktur Utama PT Ciptadana Securities, Ferry Budiman Tanja.
"Kami yakin ini akan terserap, apalagi kondisi pasar sangat baik dan posisi keuangan kita juga bagus. Dengan masuk pasar modal juga kita punya opsi pendanaan untuk penambahan modal ke depan," tambah Ray.
(wep/dro)











































