Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik ke level 3.135,707 dan kemudian lanjut menguat hingga sempat menyentuh level 3.159,724, naik 24 poin dari penutupan kemarin di level 3.135,316.
Pergerakan IHSG hari ini sangat fluktuatif. Setelah menguat tajam di awal perdagangan, aksi profit taking dadakan memukul jatuh IHSG ke zona merah dengan cepat. IHSG pun sempat turun 30 poin ke level 3.105,808.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarik menarik terjadi pada saham-saham unggulan di lantai bursa. Indeks saham pertambangan memimpin koreksi lantaran terseret koreksi tajam saham Indo Tambang (ITMG). Banpu, induk ITMG mengobral 8% sahamnya senilai Rp 3,5 triliun di harga diskon, yang menyebabkan investor melepaskan portofolionya untuk menyesuaikan dengan harga transaksi.
Indeks saham properti juga terpuruk tajam gara-gara aksi jual 3 pemilik Intiland (DILD) juga di harga diskon. Transaksi senilai Rp 1,1 triliun ini membuat harga DILD di pasar reguler terperosok 23,88% menyentuh batas bawah auto rejection.
Saham-saham raksasa perbankan juga didera tekanan jual yang menambah berat peluang IHSG untuk ditutup menguat. Meski demikian, penguatan indeks saham konsumsi, aneka industri, industri dasar, manufaktur dan perdagangan cukup menahan IHSG dari penurunan lebih dalam.
Transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 382,760 miliar.
Pada penutupan perdagangan Kamis, (2/9/2010), IHSG ditutup turun 13,167 poin (0,42%) ke level 3.122,149. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 3,615 poin (0,61%) ke level 589,768.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 106.273 kali pada volume 6,995 miliar lembar saham senilai Rp 9,172 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 121 saham turun dan 82 saham stagnan.
Indeks-indeks regional Asia seluruhnya menguat dengan rata-rata di atas 1%:
- Indeks Shanghai naik tajam 32,89 poin (1,25%) ke level 2.655,78.
- Indeks Hang Seng melesat 245,09 poin (1,19%) ke level 20.868,92.
- Indeks Nikkei 225 menguat 135,82 poin (1,52%) ke level 9.062,84.
- Indeks Strait Times naik 8,49 poin (0,28%) ke level 2.991,32.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.750 ke Rp 43.450, Indomobil (IMAS) naik Rp 1.175 ke Rp 5.950, Astra International (ASII) naik Rp 650 ke Rp 50.050, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 18.650.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Anker Bir (DLTA) turun Rp 3.000 ke Rp 92.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 2.200 ke Rp 37.100, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 17.750, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 16.000.
Â
Â
Â
(dro/qom)











































