Menurut Corporate Secretary BWPT, Kelik Irwanto, perseroan tetap akan menerbitkan nilai surat utang sebesar Rp 700 miliar. Hasil penggalangan dana obligasi akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) hingga tahun 2012.
"Tidaklah, tidak dinaikkan. Jumlahnya tetap Rp 700 miliar, sesuai dengan kebutuhan capex kita 2011-2012," paparnya saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Jumat (3/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana ini termasuk untuk biaya penambahan lahan sawit baik inti ataupun plasma," papar Kelik.
Staf BWPT pun hari ini baru memasukkan dokumen permohonan penerbitan surat utang ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Diharapkan proses akan berjalan lancar dan obligasi dapat terbit di bulan November 2010.
"Kita baru saja akan memasukkan. Mudah-mudahan bisa terbit November," ujar salah satu staf BWPT yang enggan menyebutkan namanya.
Β
Β
(wep/dro)











































