Rencana pembangunan gedung perkantoran ini, melengkapi bangunan apartemen yang kini dalam proses penyelesaian. Pembangunan ini dilakukan perseroan sebagai upaya mengembangkan bisnis ke sektor properti. Sejatinya UNIC merupakan produsen tunggal alkylbenzene atau bahan baku pembuatan deterjen.
Hal ini disampaikan Presiden Direktur UNIC, Yani Alifen usai public expose di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta Senin (6/9/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan apartemen rencananya akan dilakukan pada tahun 2011. Terletak di lahan seluas 96.000 meter persergi, bangunan ini diperkirakan bakal menelan biaya US$ 150 juta.
Perseroan belum berencana untuk mencari pendanaan eksternal dalam pembangunan gedung perkantoran ini. UNIC akan memaksimalkan kas internal serta pre-sales.
"Mudah-mudahan office tower tersebut dapat mulai dibangun di awal tahun depan," ungkap Yani.
Di sekitar lahan milik perseroan juga sedang dibangun apartemen. Perseroan berharap pembangunan unit properti ini dapat berkontribusi maksimal ke pendapatan UNIC di masa yang akan datang.
Hingga akhir tahun 2010, perseroan memasang target penjualan US$ 300 juta atau meningkat sekitar 6% dibanding dari raihan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 281,7 juta.
"Kira-kira kita dapat capai US$ 300 juta, dengan total produksi sekitar 100.000-120.000metrik ton," imbuhnya.
(wep/ang)











































