Jika pada akhir Juli 2010, saham IMAS masih di level Rp 1.000, pada awal September sudah menembus Rp 10.200 per saham.
Meski sudah berkali-kali masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA), bahkan suspensi saham, kenaikan tajam terus terjadi seolah tak ada halangan bagi saham ini untuk terus menanjak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham produsen mobil Suzuki itu sebetulnya tergolong saham tidur. Bayangkan saja, sejak pertengahan tahun lalu hingga akhir Juli 2010, saham IMAS hanya diperdagangkan dalam hitungan jari.
Namun tanpa diduga, saham IMAS menggeliat mendadak sejak perdagangan 30 Juli 2010. Pada penutupan 29 Juli 2010, harga IMAS masih di level Rp 1.000 per saham. Sejak itu, saham IMAS berangsur-angsur naik.
Hingga 16 Agustus 2010, harga MAS telah berada dilevel Rp 2.500, naik 150% dari penutupan 29 Juli 2010. BEI pun mengenakan suspensi saham IMAS pada 18 Agustus
2010. Suspensi dibuka pada 19 Agustus 2010.
Rupanya, kenaikan terus berlanjut. Pada 24 Agustus 2010, saham IMAS telah berada di level Rp 3.825, naik 282,5% dari penutupan 29 Juli 2010. Suspensi berlangsung hingga selama 5 hari perdagangan hingga 31 Agustus 2010.
Selama periode suspensi, BEI melakukan pemeriksaan terhadap broker-broker yang memfasilitasi transaksi saham IMAS. Konon, BEI tak menemukan apa-apa dalam pemeriksaan itu, sehingga BEI membuka kembali suspensi saham IMAS mulai perdagangan 1 September 2010.
Tak kapok-kapok, kenaikan terus berlanjut. Pada perdagangan Selasa (7/9/2010), saham IMAS telah menyentuh level Rp 10.200 per saham, atau menyentuh batas atas auto rejection untuk perdagangan hari ini.
Jika dihitung-hitung, sejak 29 Juli 2010, saham IMAS telah mengalami kenaikan tajam sebesar 920% ke level Rp 10.200, sebuah kenaikan fantastis yang belum pernah terjadi pada saham manapun di lantai bursa.
Hingga saat ini tidak diketahui penyebab investor terus memburu saham ini. Manajemen pun masih bungkam, terlebih BEI yang tak bisa berbuat apa-apa.
(dro/qom)











































