Saham PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN), pemilik stasiun TV RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), dan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) ditutup melesat 23,80% ke level Rp 390 dari penutupan kemarin sebesar Rp 315.
Tak hanya saham MNCN, induknya PT Global Mediacom Tbk (BMTR) juga mengalami kenaikan tajam sebesar 24,61% ke level Rp 405 dari sebelumnya Rp 325 per saham. Saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) juga ikutan naik 3,53% ke level Rp 117 dari sebelumnya Rp 113 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham EMTK naik 24,71% ke level Rp 1.110, saham SCMA melesat 23,14% ke level Rp 3.325 dan saham IDKM naik 23,80% ke level Rp 520 pada perdagangan kemarin. Ketiganya naik hingga menyentuh batas atas auto rejection kemarin.
EMTK dan SCMA merupakan pemilik stasiun televisi Surya Citra Televisi Indonesia (SCTV), sedangkan IDKM merupakan pemilik stasiun TV Indosiar. Tiga saham TV ini naik tajam lantaran kabar rencana akuisisi Satellite Television Asia Region (STAR) milik pengusaha raksasa media Rupert Murdoch.
Selain itu, rumor rencana akuisisi Para Group milik pengusaha lokal Chairul Tanjung ke saham SCMA juga diduga memicu kenaikan tajam 3 saham tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memasukkan saham EMTK dan IDKM dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) hari ini.
Akibatnya, saham EMTK pun ditutup turun Rp 10 ke Rp 1.100 dan saham SCMA ditutup turun Rp 25 ke Rp 3.300. Berlawanan arah, saham IDKM masih ditutup naik Rp 70 ke Rp 590 per saham.
Menyusul meredupnya laju kenaikan saham grup SCTV dan Indosiar, saham TV milik Hary Tanoe pun ikutan melejit pada perdagangan hari ini.
Tidak diketahui pasti penyebab kenaikan ini. Analis memang merekomendasikan trading buy atas 3 saham milik Hary Tanoe (MNCN, BMTR, dan BHIT) untuk perdagangan hari ini.
(dro/dnl)











































