Bank Mandiri Tunjuk 2 Underwriter Rights Issue Rp 14 Triliun

Bank Mandiri Tunjuk 2 Underwriter Rights Issue Rp 14 Triliun

- detikFinance
Selasa, 14 Sep 2010 13:07 WIB
Jakarta - Kepastian lembaga profesi penunjang, khususnya penjamin emisi (underwriter) atas rights issue Rp 14 triliun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), terjawab sudah. PT Mandiri Sekuritas (Persero) dan PT Danareksa Sekuritas (Persero) dipastikan menjadi Penjamin Pelaksana Emisi (lead underwriter).

Demikian disampaikan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance di Jakarta, Selasa (14/9/2010).

Ia menyampaikan pemilihan sekuritas plat merah ini telah melalui proses penyaringan dari 8 perusahaan sekuritas yang mengikuti seleksi. Rights Issue Bank Mandiri ini nantinya bertujuan untuk memperkuat permodalan, dalam rangka. ekspansi kredit dan pengembangan usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bank Mandiri ingin mempertahankan momentum pertumbuhan secara berkelanjutan. Untuk itu kami berinisiatif memperkuat permodalan sehingga dapat menangkap peluang bisnis di masa mendatang," katanya.

Pahala menyampaikan, perseroan berharap rights issue akan dilaksanakan pada akhir triwulan IV-2010 ini. Jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 2,35 miliar lembar saham.

Saham baru tersebut setara dengan 10,13% dari total jumlah saham yang ditempatkan pasca rights issue. Selanjutnya, BMRI masih menantikan persetujuan dari DPR, dalam penerbitan saham baru perseroan.

Selain penunjukkan penjamin pelaksana emisi tersebut, Bank Mandiri juga telah percayakan Melli Darsa & Co sebagai konsultan hukum. Sedangkan untuk notaris diserahkan kepada Sutjipto, SH. Profesi penunjang lain, seperti Kantor Akuntan Publik (KAP) Haryanto Sahari & Rekan (Pricewaterhouse Cooper), akan melakukan audit Laporan Keuangan Bank Mandiri dalam rangka rights issue

Per Juni 2010, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20%, menjadi Rp 218 triliun. Laba bersih telah mencapai Rp 4 triliun atau tumbuh 37,8% dibandingkan periode enam bulan pertama 2009 yang sebesar Rp2,9 triliun. Untuk dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 326,6 triliun atau tumbuh 13,8%, dari Juni 2009 yang sebesar Rp 287,1 triliun. (wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads